Pajak Royalti Dibebaskan, Film Impor Siap Masuk

Kompas.com - 14/07/2011, 09:54 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Akibat para importir film tidak membayar pajak royalti, Dirjen Bea Cukai mencatat total piutang tunggakan pajak royalti film impor mencapai Rp 30 miliar sejak tahun 2008.

Jumlah ini belum termasuk denda dan bunga yang menurut laporan Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) besarnya bisa 100 persen sampai 1.000 persen. Kalau pembayaran royalti kurang dari 25 persen dari seharusnya, importir akan terkena denda sebesar 100 persen. Jika para importir kurang bayar 50 persen, dendanya 200 persen, dan kurang bayar lebih dari 100 persen akan mendapatkan denda 1.000 persen.

Untuk persoalan pajak royalti film impor, saat ini sudah diringankan. Sebab, pemerintah telah memutuskan untuk tidak mengenakan pajak royalti bea masuk film impor selama dua tahun ke depan. Hal ini bertujuan agar para importir film dapat mendatangkan film-film impor ke dalam negeri dalam waktu dekat. Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah dan importir film.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Johny Syafrudin menyambut baik keputusan pemerintah untuk tidak mengenakan royalti bea masuk film impor. Menurutnya, keputusan pemerintah untuk tidak mengenakan royalti bea masuk film bisa mempercepat film-film impor Amerika Serikat ke dalam negeri. "Kami setuju atas putusan pemerintah ini karena keputusan tersebut bisa membangkitkan lagi industri bioskop dalam negeri," kata Johny kepada KONTAN, Rabu (13/7/2011).

Menurut Johny, pemerintah sebenarnya bukan menunda pengenaan royalti bea masuk film impor, melainkan tidak mengenakan royalti bea masuk film impor selama dua tahun. Meskipun demikian, Johny mengatakan, saat ini masih belum ada surat resmi dari pemerintah, yakni Kementerian Keuangan, tentang keputusan tidak memungut royalti bea masuk film impor ini. Kalau surat resminya sudah turun, para importir akan bergerak cepat untuk mendatangkan film-film impor dari luar negeri, seperti Harry Potter, untuk masuk ke Indonesia.

Johny berharap surat resminya segera terbit dalam waktu dekat. Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah dan pelaku importir dalam rangka membangkitkan industri perfilman dalam negeri. Selain itu, akan ada importir baru, yakni Omega Film. Dengan demikian, film-film impor akan dipercepat masuk ke dalam negeri. Apalagi, pihak produsen film Amerika Serikat (MPAA) sudah tahu informasi terbaru ini sehingga dapat mempercepat masuknya film-film dari AS ke dalam negeri. (Noverius Laol/Kontan)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Kemnaker Harap ACRF Buat Ketenagakerjaan ASEAN Lepas dari Dampak Buruk Covid-19

Kemnaker Harap ACRF Buat Ketenagakerjaan ASEAN Lepas dari Dampak Buruk Covid-19

Whats New
BUMN Ini Buka Rekrutmen Pegawai, Simak Posisi dan Syaratnya

BUMN Ini Buka Rekrutmen Pegawai, Simak Posisi dan Syaratnya

Whats New
Covid-19 dan Libur Panjang Pengaruhi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Covid-19 dan Libur Panjang Pengaruhi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Indonesia Kaya Bahan Baku, Luhut: Selama Ini Kita Hanya Gali-gali dan Ekspor...

Indonesia Kaya Bahan Baku, Luhut: Selama Ini Kita Hanya Gali-gali dan Ekspor...

Whats New
Panduan Cek Penerima BPUM UMKM BRI via Eform

Panduan Cek Penerima BPUM UMKM BRI via Eform

Whats New
Saat Sri Mulyani Mengaku Pernah Dapat Rapor Merah Kala Sekolah...

Saat Sri Mulyani Mengaku Pernah Dapat Rapor Merah Kala Sekolah...

Whats New
Pemerintah Putuskan Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik!

Pemerintah Putuskan Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik!

Whats New
Reksadana Terproteksi Masih Diminati Investor, Ini Sebabnya

Reksadana Terproteksi Masih Diminati Investor, Ini Sebabnya

Earn Smart
[POPULER MONEY]  Cara Dapat BLT UMKM bila Tempat Usaha Beda dengan Alamat KTP | Penjelasan BCA soal Deposito Hangus

[POPULER MONEY] Cara Dapat BLT UMKM bila Tempat Usaha Beda dengan Alamat KTP | Penjelasan BCA soal Deposito Hangus

Whats New
Memaknai Sumpah Pemuda dari Spirit Kewirausahaan

Memaknai Sumpah Pemuda dari Spirit Kewirausahaan

Smartpreneur
Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Whats New
Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Whats New
Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Whats New
Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X