Ekspor Komoditas Sumut Nilai Tertinggi

Kompas.com - 01/08/2011, 22:47 WIB
EditorRobert Adhi Kusumaputra

MEDAN, KOMPAS.com - Nilai ekspor komoditas produk pertanian di Sumatera Utara pada Juni 2011 mencapai angka tertinggi. Peningkatan terutama terjadi pada perdagangan karet dan barang dari karet, minyak sawit mentah, kopi, teh, rempah-rempah, serta tembakau. Beberapa komoditas itu juga mengalami p eningkatan volume. Nilai ekspor dimungkingkan akan meningkat lagi.    

Kepala Badan Pusat Statistik Sumatera Utara, Suwarno Senin (1/8/011) mengatakan nilai ekspor produk pertanian meningkat 69,63 persen atau 1,24 miliar dollar menjadi 2,11 miliar dollar pada semester satu tahun ini dibandingkan semester yang sama tahun lalu.

Ekspor minyak sawit mentah pada semester pertama tahun ini mencapai 742.445 dollar AS, naik 69,72 persen dibandingkan ekspor pada periode yang sama tahun lalu yakni 437.451 dollar AS. Sedangkan volumenya naik 13,47 persen.

Sedangkan nilai ekspor lemak dan minyak nabati pada semester pertama tahun ini sebanyak 2.121 juta dollar AS atau naik 55,44 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu senilai 1.365 juta dollar AS.

Nilai ekspor karet dan produk karet juga meningkat. P ada semester pertama tahun ini mencapai 1.889 juta dollar AS, naik hampir 70 persen dibandingkan nilai ekspor semester pertama tahun lalu yang hanya 1.112 juta dollar AS.

Adapun nilai penjualan kopi, teh, rempah-rempah juga meningkat 68,82 dibandingkan penjualan semester pertama tahun lalu sebesar 138.866 dollar AS. Sementara ekspor tembakau pada bulan Juni naik 20,33 persen dibandingkan ekspor bulan Mei yakni sebesar 22,832 juta dollar AS dari 18,974 juta dollar AS.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia Sumut Eddy Irwansyah mengakui terjadinya peningkatan nilai ekspor karet yang signifikat. Kenaikan nilai terjadi terutama karena peningkatan harga karet mentah seiring membaiknya perekonomian di negara-negara produsen otomotif seperti Jepang, AS, dan China. Harga karet bahkan pernah menyentuh angka 5,7 dollar AS per kilogram.

Secara harga memang meningkat, namun secara volume peningkatannya masih relatif rendah, tutur Eddy. Meskipun nilai ekspor meningkat, kata Eddy, pengusaha tetap menjerit sebab modal kerja meningkat.

Sementara Sekretaris Gabungan Pengusaha Kepala Sawit Sumut Timbas P Ginting mengatakan memang ada kecenderungan kenaikan ekspor, namun tidak banyak. Harga CPO masih sekitar Rp 8.600 per kilogram. Dulu pernah menyentuh Rp 11.000 per kilogram. Kita tunggu nanti setelah Lebaran, harga dimungkinkan akan membaik, kata Timbas.

Di tingkat petani, kenaikan ekspor itu belum terlalu dirasakan. Marnatal Napitupulu, keluarga petani kelapa sawit dari Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu mengatakan harga sawit di tingkat petani masih Rp 1.200 per kilogram, sedangkan karet Rp 9.000 per kilogram. Harga masih biasa saja, kata Marnatal. Harga sawit di tingkat petani tertinggi pernah menyentuh Rp 1.600 hingga Rp 1.800 per kilogram.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X