Kemendag Selidiki Pengimpor Garam

Kompas.com - 08/08/2011, 16:59 WIB
EditorNasru Alam Aziz

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kementerian Perdagangan belum bisa menjatuhkan sanksi importir garam, yang gudangnya disegel di Cilegon, Banten, pekan lalu. Alasannya karena izin impornya masih diselidiki.

"Informasi resmi belum saya terima. Hari Selasa, kami akan koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemdag Deddy Saleh, Senin (8/8/2011) di Jakarta.

Menurut Deddy, pihaknya belum menerima informasi alasan penyegelan. Kalau disegel karena izin impornya tidak ada atau kedaluwarsa maka yang seharusnya yang menahan adalah petugas Bea Cukai. Saya cek dulu persoalan mendasarnya apa," tuturnya.

Menurut data Direktorat Impor Kemendag, pada awal musim panen garam bulan Juli 2011 jumlah garam impor yang masuk sebanyak 197.819 ton. Padahal menurut ketentuan satu bulan sebelum hingga dua bulan setelah panen raya berlangsung impor atau selama bulan Juli-Oktober untuk tahun ini impor garam tidak boleh lagi dilakukan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X