Kompas.com - 01/04/2012, 11:11 WIB
EditorErlangga Djumena

SURABAYA, KOMPAS.com — Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memperkirakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai sulit didapat setelah Agustus mendatang karena pasokan yang terbatas akibat penundaan kenaikan harga.

"Kalau tidak jadi naik, maka BBM bersubsidi akan terjadi pembatasan dan saya kira akan habis pada Agustus, sehingga masyarakat akan mengalami kesulitan pada September-Desember," katanya saat menyampaikan paparan kepada mahasiswa di Gedung Robotika ITS Surabaya, Sabtu (31/3/2012).

Ia menjelaskan, anggaran untuk subsidi BBM hanya Rp132 triliun dan dana sebanyak itu akan habis pada Agustus mendatang sehingga selama bulan September hingga Desember pasokan BBM bersubsidi bisa jadi sudah tidak tersedia. "Jadi, kita akan kesulitan akibat pembatasan itu dan masyarakat sendiri akan mengalami kesulitan dengan adanya pembatasan itu. Ya, ini merupakan urusan politik, ada yang bilang terkait 2014," katanya.

Terkait hal tersebut, mantan Dirut PT PLN ini berharap mahasiswa ITS bisa membuat inovasi untuk membantu masyarakat agar tidak mengalami kesulitan. "Waktunya tidak sampai Agustus, kalian harus bisa menciptakan alat mirip smart card yang terhubung dengan reader dan berisi database pemiliknya, nomer kendaraannya, dan jatah BBM bersubsidi untuknya," kata dia.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.