BII Catat Laba Bersih Tumbuh 78 Persen

Kompas.com - 30/04/2012, 19:58 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Internasional Indonesia Tbk, Senin (30/4/2012) ini mengumumkan laba bersih konsolidasi setelah pajak, sebesar Rp 267 miliar kuartal pertama per 31 Maret 2012. Laba ini tumbuh 78 persen dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu (per 31 Maret 2011) yakni Rp 150 miliar.

Siaran pers BII menjelaskan, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp 380 miliar atau naik 76 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kinerja yang membaik ini terutama didukung oleh pertumbuhan portofolio kredit yang kuat, peningkatan kinerja bisnis inti Bank dan perbaikan pada seluruh operasional Bank. Selain itu, penurunan beban provisi akibat membaiknya kualitas aset juga memberikan kontribusi pada peningkatan laba.

 

Dato' Khairussaleh Ramli, Presiden Direktur BII, mengatakan, "Pencapaian pada kuartal pertama 2012 menunjukkan awal yang baik di tahun 2012. Saya optimis dengan prospek pertumbuhan BII yang terus sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami akan tetap memastikan pertumbuhan bisnis dan kinerja yang berkelanjutan pada seluruh segmen bisnis, dan kami akan terus memperluas pangsa pasar dengan tetap menjaga kualitas aset yang baik."

Kinerja BII pada kuartal pertama cukup meyakinkan. BII mencatat pertumbuhan kredit konsolidasi 23 persen, naik dari Rp 56,7 triliun per Maret 2011 menjadi Rp 69,8 triliun per Maret 2012.

Kredit ini terdiri dari kredit konsumer sebesar Rp 25,7 triliun, atau 37 persen dari total kredit. Kredit UKM sebesar Rp 17,1 triliun atau 24 persen dari total kredit. Kredit Komersial sebesar Rp 8,4 triliun atau 12 persen dari total kredit, kredit korporasi sebesar Rp 18,2 triliun atau 26 persen dari total kredit, dan pembiayaan syariah sebesar Rp 372 miliar atau 1 persen dari total kredit.

Dengan pertumbuhan kredit yang solid pada 31 Maret 2012 aset Bank mencapai Rp 96,5 triliun, atau tumbuh sebesar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011.

 

"Tingkat pengembalian ekuitas (ROE) konsolidasi meningkat signifikan dari 8,26 persen pada Maret 2011 menjadi 14,4 persen pada Maret 2012. Dalam mencapai pertumbuhan bisnis yang kuat, Bank telah mengidentifikasi inisiatif produk dari tiap lini bisnis," katanya.

"Fokus kami dalam menciptakan produk sesuai dengan kebutuhan nasabah dan usaha terus menerus dalam menjaga hubungan yang baik dengan nasabah telah memungkinan Bank untuk dapat memberikan solusi finansial yang lebih komprehensif dan tepat," tambah Khairussaleh.

 

Total simpanan nasabah naik 20 persen menjadi Rp 72,0 triliun per 31 Maret 2012, naik dari Rp 60,2 triliun per 31 Maret 2011.

Tabungan naik 14 persen menjadi Rp 16,1 triliun per 31 Maret 2012 dari Rp 14,0 triliun per 31 Maret 2011.

Giro naik 16 persen menjadi Rp 12,3 triliun, dari Rp 10,6 triliun tahun sebelumnya. Deposito Berjangka naik 23 persen dari Rp 35,6 triliun menjadi Rp 43,7 triliun.

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.