Kompas.com - 09/07/2012, 18:23 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan sempat menegur direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk segera mengurai kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Merak Banten. Direksi ASDP dianggap lambat mengurai kemacetan di jalur penyeberangan terpadat tersebut.

"Saya sempat menegur direksi ASDP atas kemacetan yang terjadi di Merak. Kenapa tidak segera ditindak?" kata Dahlan saat Rapat Kerja dengan Komisi VI di DPR Senayan Jakarta, Senin (9/7/2012).

Namun, ternyata Dahlan malah malu telah menegur direksi ASDP. Hal itu disebabkan ASDP sudah tidak berkuasa terhadap terminal penyeberangan itu. Sejak 1 Mei 2012 lalu, direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sudah tidak berkuasa terhadap pelabuhan penyeberangan Merak. Kewenangan kemudian diserahkan ke Otoritas Pelabuhan Angkutan Penyeberangan (OPAP). "Tapi ini tidak penting, ASDP harus segera menyelesaikan kemacetan tersebut. Ini harus segera diatasi," jelasnya.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Persero Christine Hutabarat menjelaskan, kondisi kepadatan di Pelabuhan Merak saat ini berangsur mencair. Data produksi angkutan sejak 24 jam terakhir hingga pukul 12.00 WIB pada Senin (9/7/2012) menunjukkan jumlah penumpang sebanyak 7.647 orang, kendaraan roda empat sebanyak 2.849 unit kendaraan, bus sebanyak 371 unit dan kendaraan truk sebanyak 3.246 unit.

Hingga berita ini ditayangkan, masih terdapat sebanyak 500 unit kendaraan di luar pelabuhan dan diinformasikan bahwa tidak ada antrean di jalan tol menuju Pelabuhan Merak. "Kepadatan saat ini hanya 1 km dari Pelabuhan Merak. Arus penyeberangan truk perlahan terurai," kata Christine.

Kemacetan di pelabuhan penyeberangan ini salah satunya dipicu juga oleh berakhirnya masa liburan sekolah di beberapa sekolah. Meski demikian, ASDP masih bersiaga untuk kemungkinan arus penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni yang kembali ramai.

PT ASDP Indonesia Ferry telah menerapkan langkah-langkah mengatasi kepadatan Pelabuhan Merak dan terus berupaya agar tetap konsisten. Langkah itu meliputi penambahan dua unit kapal roll on - roll (roro) bantuan milik PT ASDP Indonesia Ferry di lintasan Merak-Bakauheni, yaitu KMP Roditha dari lintasan Lembar-Padangbai dan KMP Kalibodri dari lintasan Semarang-Kumai. Perusahaan tersebut juga memutuskan bahwa jumlah kapal yang beroperasi minimal 28 kapal dan dapat beroperasi secara konsisten hingga 4 trip/hari/kapal.

PT ASDP juga meningkatkan trip kapal serta mengupayakan percepatan sandar kapal di dermaga (port time) dari 60 menit menjadi 45 menit dengan menambah sumber daya manusia untuk mempercepat bongkar muat di dermaga. ASDP mengupayakan agar kapal (nakhkoda) melaksanakan instruksi dari petugas ship traffic control (STC) secara konsisten, khususnya terkait dengan percepatan sandar kapal di dermaga. Kini ASDP tengah mengupayakan tambahan area parkir kendaraan di pelabuhan penyeberangan Merak dengan memanfaatkan area stasiun kereta api di pelabuhan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Ungkap Harga Beras, Tahu, Tempe, Telur Ayam Ras Masih Naik per November 2022

BPS Ungkap Harga Beras, Tahu, Tempe, Telur Ayam Ras Masih Naik per November 2022

Whats New
Program Penanaman Bakau di Tahura Ngurah Rai Bali Milik QNET Raih Penghargaan ISDA 2022

Program Penanaman Bakau di Tahura Ngurah Rai Bali Milik QNET Raih Penghargaan ISDA 2022

Rilis
Utang Indonesia Capai Rp 7.496 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman

Utang Indonesia Capai Rp 7.496 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman

Whats New
4 Hari Berturut-turut Saham GOTO Sentuh ARB, Masih Akan Melemah Lagi?

4 Hari Berturut-turut Saham GOTO Sentuh ARB, Masih Akan Melemah Lagi?

Whats New
Platform Pesan-Antar Makanan DoorDash Bakal PHK 1.250 Karyawannya

Platform Pesan-Antar Makanan DoorDash Bakal PHK 1.250 Karyawannya

Whats New
Kementerian PUPR: 1.400 Hektar Lahan di IKN Nusantara Diminati Banyak Investor

Kementerian PUPR: 1.400 Hektar Lahan di IKN Nusantara Diminati Banyak Investor

Whats New
Di Depan Jokowi, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI dalam Tren Pemulihan Berkat Kerja Keras APBN

Di Depan Jokowi, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI dalam Tren Pemulihan Berkat Kerja Keras APBN

Whats New
Saham Teknologi Lagi-lagi Rontok, IHSG Sesi I Ditutup Melemah

Saham Teknologi Lagi-lagi Rontok, IHSG Sesi I Ditutup Melemah

Whats New
Minta Pemerintah Tak Impor Beras, Jabar dan Jatim: Siap Pasok ke Bulog

Minta Pemerintah Tak Impor Beras, Jabar dan Jatim: Siap Pasok ke Bulog

Whats New
Hadapi Potensi Resesi 2023, Zurich Yakin Industri Asuransi Tetap Tumbuh

Hadapi Potensi Resesi 2023, Zurich Yakin Industri Asuransi Tetap Tumbuh

Whats New
Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Whats New
Kala Buruh dan Pengusah Kompak Tolak Kenaikan Upah Minimum 2023

Kala Buruh dan Pengusah Kompak Tolak Kenaikan Upah Minimum 2023

Whats New
Strategi IndiHome Genjot Kinerja Perusahaan

Strategi IndiHome Genjot Kinerja Perusahaan

Whats New
Vale Bangun Industri Nikel dengan Dana Rp 131 Triliun

Vale Bangun Industri Nikel dengan Dana Rp 131 Triliun

Whats New
Inflasi November 2022 Capai 5,42 Persen, Sektor Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

Inflasi November 2022 Capai 5,42 Persen, Sektor Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.