Tarif Tol Jakarta-Cikampek Naik

Kompas.com - 25/09/2012, 04:09 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Operator jalan tol PT Jasa Marga mulai menyosialisasikan kenaikan tarif tol Jakarta-Cikampek. Kenaikan tarif tol akan mulai berlaku pada akhir September 2012 setelah penundaan kenaikan tarif sejak Juli 2012.

”Sosialisasi ini dikerjakan supaya pengguna jalan tol tidak kaget. Kami juga telah coba memperbaiki kualitas Jalan Tol Jakarta-Cikampek untuk memenuhi SPM (standar pelayanan minimum),” kata Direktur Operasi PT Jasa Marga Tbk M Hasanudin, Senin (24/9), di Jakarta.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Gani mengatakan, perbaikan yang dikerjakan PT Jasa Marga di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek telah memadai. ”Perbaikan telah dikerjakan selama dua bulan. Mudah-mudahan kenaikan tarif segera disetujui,” ujar Gani.

Meski evaluasi dilakukan oleh BPJT, penetapan kenaikan tarif tol dilakukan Menteri Pekerjaan Umum (PU). Kenaikan tarif setiap ruas jalan tol mendapat Surat Keputusan Menteri PU yang berbeda.

Hasanudin mengatakan, kenaikan tarif tol berkisar 10 persen. Usulan dari operator biasanya tidak akan berbeda jauh dengan penetapan dari pemerintah oleh karena besarannya didasarkan pada data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama dua tahun terakhir.

Kini, tarif golongan I di Jalan Tol Jakarta-Cikampek sebesar Rp 11.000, Golongan II sebesar Rp 17.500, Golongan III sebesar Rp 22.000, Golongan IV sebesar Rp 27.500, dan Golongan V sebesar Rp 33.000. Kenaikan 10 persen membuat tarif Golongan I menjadi sekitar Rp 12.000.

Menjaga SPM

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengatakan, penundaan kenaikan tarif oleh pemerintah menunjukkan komitmen untuk menjaga SPM.

Namun, Tulus pun menambahkan, sebenarnya tidak dinaikkan juga tidak apa-apa karena volumenya sudah tinggi. ”Saya rasa tak memengaruhi investasi. Kalau PT Jasa Marga mau mencari modal kerja jangan dari tarif tol, tetapi dari keuntungan yang diperoleh,” katanya.

Kepala Komunikasi PT Jasa Marga Wasta Gunadi mengatakan, sebelumnya tarif Jalan Tol Sedyatmo juga naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 5.500 pada Juli lalu.

Meski demikian, berdasarkan pengamatan Kompas, kenaikan tarif tersebut menyebabkan antrean makin panjang di Gerbang Jalan Tol Cengkareng karena lamanya waktu transaksi untuk mencari recehan. ”Waktu itu, PT Jasa Marga sudah mengusulkan untuk pembulatan tarif, tetapi tidak dikabulkan,” ujar Hasanudin. (RYO/MDN)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.