Kompas.com - 10/10/2012, 13:40 WIB
|
EditorRusdi Amral

JAKARTA, KOMPAS.com Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggerebek pabrik pembuatan minuman beralkohol yang tidak mengantongi izin. Selain merugikan negara, pemilik pabrik diduga membuat minuman yang tidak higienis.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono, Rabu (10/10/2012), mengatakan, penggerebekan ini dilakukan setelah menelusuri hilir pemasaran produk ilegal itu. "Kami menangkap satu tersangka pemilik pabrik, yakni pria berinisial RD alias AF," kata Agung dalam konferensi pers.

Pabrik itu diperkirakan memiliki kapasitas produksi 3.000 botol per bulan, tetapi tidak ada izin pendirian pabrik. Botol minuman juga tidak dilekatkan pita cukai. Minuman itu dibuat dengan cara yang tidak higienis sehingga masih terlihat bekas kotoran di dasar botol. "Saya kira minuman ini tidak layak dikonsumsi," ucap Agung.

Akibat tindakan tersangka, negara dirugikan sampai Rp 8 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.