Kompas.com - 15/10/2012, 17:01 WIB
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com — Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Tengah Komisaris Besar John Turman Panjaitan mengatakan, tersangka pembawa 7,74 kilogram narkoba jenis heroin dan sabu terancam hukuman mati. Tersangka dijerat Pasal 113 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancamannya hukuman mati karena itu impor dan membawa barang lebih dari 5 gram hingga 4 kg. Kasus ini tergolong yang terbesar yang ditangani di Jawa Tengah," tandasnya saat gelar perkara di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Tengah dan DIY di Semarang, Senin (15/10/2012).

Ia mengatakan, tersangka SR (37) diketahui sudah lima kali melakukan perjalanan dengan rute yang hampir sama, yakni Indonesia, Filipina, Malaysia, dan kembali ke Indonesia.

"Sudah lima kali bolak-balik, hanya 3 atau 5 hari di sana kemudian pulang, abis itu 20 hari balik lagi ke sana. Dari sinilah juga muncul kecurigaan," ujarnya.

SR, ungkapnya, bertindak sebagai kurir, sedangkan siapa yang menyuruh serta barang tersebut didapatkan dari mana masih dalam penyelidikan. Penggunaan maskapai penerbangan AirAsia, menurutnya, juga dimungkinkan karena harga tiket yang murah. Sebab itu, ia meminta pihak maskapai juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut melakukan pengawasan, bukan hanya memberikan harga tiket yang murah.

Selain itu, John juga mengimbau pihak terkait mengganti alat X-ray yang lebih canggih untuk mendeteksi barang bawaan di bandara-bandara. Sebab modus yang digunakan para pelaku semakin bervariasi sehingga alat yang digunakan juga harus lebih canggih.

Barang berupa heroin diketahui diambil SR dari Filipina, tersangka kemudian ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mengambil barang berupa sabu. Tersangka kemudian melakukan perjalanan ke Indonesia melalui Semarang dan rencananya akan dibawa ke Jakarta menggunakan kereta api.

Sementara itu, dari pengakuan tersangka, sebelum membawa barang ke Semarang ia mengaku pernah melakukan perjalanan ke Filipina dan Malaysia. Ia mengaku ditelepon seseorang dengan private number yang mengatakan barang harus diambil di mana. Setelah itu, barang kemudian diserahkan kepada seseorang di Jakarta.

Seperti diberitakan, SR (37), warga kelahiran Medan ini, ditangkap di Bandara Ahmad Yani, Semarang, pada Sabtu (13/10/2012) pukul 17.30 WIB. SR diketahui membawa dua paket heroin dan dua paket sabu yang diletakkan pada dua dinding palsu koper.

Dua paket heroin yang dibawa seberat 4,5 kg dan dua paket sabu seberat 3,2 kg dengan perkiraan nilai barang seharga Rp 16,1 miliar. Kasus tersebut saat ini ditangani Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.