Laba BRI Rp 5,01 Triliun

Kompas.com - 25/04/2013, 02:44 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - PT Bank Rakyat Indonesia mencatat laba bersih Rp 5,01 triliun pada triwulan pertama tahun 2013, naik 18,76 persen dibandingkan Rp 4,22 triliun periode yang sama tahun lalu. Hingga akhir Maret 2013, BRI mencatat pertumbuhan kredit 27,6 persen dibandingkan tahun lalu.

Direktur Utama BRI Sofyan Basir menyatakan, revitalisasi bisnis mikro BRI juga terus membuahkan momentum pertumbuhan berkelanjutan. Kredit mikro BRI tumbuh sebesar 22,3 persen, meningkat dari pertumbuhan triwulan pertama tahun lalu yang tercatat 16,12 persen.

”Dengan tingkat pertumbuhan tersebut, segmen mikro merupakan kontributor terbesar dalam portofolio kredit BRI, yaitu mencapai 31,07 persen,” kata Sofyan di Jakarta, Rabu (24/4).

Kontribusi kredit mikro BRI dalam portofolio kredit BRI terus naik dalam lima tahun ini. Pertumbuhan kredit mikro BRI tidak hanya melulu menghasilkan peningkatan jumlah pinjaman, tetapi juga menghasilkan peningkatan jumlah nasabah. Hingga akhir Maret 2013, jumlah debitor mikro BRI mencapai 5,7 juta orang.

Per akhir Maret 2013 tingkat kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) kredit mikro BRI berada pada 0,51 persen neto. Sementara itu, tingkat NPL total kredit BRI 0,46 persen.

Sofyan menyatakan, di segmen korporasi, BRI menyasar segmen korporasi yang dapat memberikan efek turunan bisnis ke segmen bisnis kecil dan menengah. Kredit kepada segmen bisnis kecil dan menengah, yang merupakan hasil turunan dari segmen korporasi, tumbuh sebesar 183 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hasil lain transformasi bisnis BRI adalah pertumbuhan fee based income, terutama yang berasal dari transaksi e-banking, yang tumbuh sebesar 98,3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Peningkatan itu dipengaruhi ekspansi jaringan unit kerja dan e-channel yang bertujuan memberikan kemudahan akses masyarakat kepada bank dan pengembangan fitur produk simpanan.

BNI Syariah

Direktur utama BNI Syariah Dinno Indiano dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/4), menegaskan, tahun 2012, BNI Syariah memperoleh laba bersih Rp 101,89 miliar, naik 53,6 persen Rp 66,35 miliar pada tahun lalu. BNI Syariah menargetkan kembali meningkatkan laba bersih menjadi Rp 130 miliar.

”Peningkatan laba bersih hingga 53,6 persen tersebut didukung peningkatan kinerja tahun 2012. Aset naik 25,7 persen, pembiayaan naik 43,72 persen, dana pihak ketiga tumbuh 32,91 persen,” ujarnya.

Aset BNI Syariah tahun 2012 naik Rp 2,18 triliun dari Rp 8,46 triliun tahun 2011 menjadi Rp 10,64 triliun tahun 2012. Pembiayaan meningkat Rp 2,32 triliun dari Rp 5,31 triliun tahun 2011 menjadi Rp 7,63 triliun tahun 2012. Adapun dana pihak ketiga bertumbuh dari Rp 6,76 triliun tahun 2011 menjadi Rp 8,99 triliun tahun 2012.

Dinno mengatakan, peningkatan juga dirasakan pada triwulan pertama tahun 2013 bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu. ”Triwulan pertama tahun ini aset BNI Syariah Rp 12,52 triliun, naik 35,8 persen dibandingkan triwulan pertama tahun 2012,” katanya. (BEN/K10)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X