Kompas.com - 25/06/2013, 09:00 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak pada akhir pekan lalu, belum mampu membalikkan kelesuan pasar. Sejumlah analis memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa (25/6/2013) masih akan mengalami tekanan aksi jual, meskipun diperkirakan tak seburuk kembali.

Analis Trust Securities Reza Priyambada mengungkapkan, belum adanya trigger positif pada IHSG membuat peluang rebound kemungkinan masih akan tertunda. Sentimen kenaikan harga BBM terus mewarnai pasar selama kurang lebih dua pekan terakhir.

Ditambah lagi dengan penilaian Goldman Sachs Group Inc yang memangkas perkiraan pertumbuhan untuk China untuk tahun ini dari 7,8 persen menjadi 7,4 persen, menurut dia akan semakin menyuramkan laju indeks saham Asia. "Tampaknya pasar sedang mencari sentimen negatif lainnya untuk membuat IHSG semakin terpuruk, selain dari faktor profit taking semata," kata Reza, Selasa (25/6).

Reza memperkirakan, IHSG akan berada pada support 4.405-4.415 dan resisten di 4.456-4.486. Untuk saham yang dapat dipertimbangkan, Reza merekomendasikan PTPP, BSDE dan AKRA masing-masing pada posisi buy on weakness, serta saham LPKR dan ICBP masing-masing pada posisi trading buy.

Senada, analis First Asia Capital David Nathanael Sutyanto mengungkapkan, IHSG masih akan terjerembab di zona merah, meski tak sedalam perdagangan kemarin. Tekanan aksi jual dipicu oleh rencana The Federal Reserve yang akan mulai mengurangi program stimulusnya mulai akhir tahun ini.

Investor masih mencemaskan langkah The Fed yang mempertimbangkan menghentikan program kebijakan quantitative easing. Selain itu, ada juga kekhawatiran akan krisis likuiditas di China, salah satunya adalah pasar saham China yang akhirnya terjatuh ke pasar bearish di tengah kecemasan mengenai pengetatan kredit yang dikhawatirkan akan memukul perekonomian China.

Menurut David, IHSG sebenarnya memiliki sinyal positif dari Moody's yang mengapresiasi langkah pemerintah menaikkan BBM. Akan tetapi masih tingginya aksi jual masih akan menekan IHSG.

David memperkirakan IHSG akan berada pada kisaran support 4.380 dan resisten 4.460. "IHSG hari ini sepertinya akan bergerak menguji support di 4.400. Jika berhasil break maka support selanjutnya ada di kisaran 4.200. Catatan saja akhir tahun 2012 lalu, IHSG berada pada level 4.316.68," kata David.

Untuk saham yang dapat menjadi pilihan, David merekomendasikan antara lain saham BSDE pada posisi buy on weakness, INDF, INTP dan ASII masing-masing pada posisi speculative buy, saham IMAS 5200 pada posisi maintain buy, CPIIN pada posisi hold, serta saham AISA pada posisi sell.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.