Kasus IM2, Tifatul: Yudikatif Jangan Membunuh Industri Telekomunikasi

Kompas.com - 11/07/2013, 16:19 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring. Kompas.com/ Sabrina AsrilMenteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring.
Penulis Sandro Gatra
|
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com
- Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menilai, putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor terkait perkara Indosat Mega Media (IM2) menjadi preseden buruk bagi dunia Internet Service Provider (ISP). Pihaknya akan segera membicarakan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kita akan laporkan kajian hukum kepada Presiden karena ini preseden buruk untuk dunia ISP. Berarti semua dianggap melanggar," kata Tifatul di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Tifatul mengatakan, majelis hakim seharusnya memakai pandangan pihaknya sebagai regulator. Pihak Kemenkoinfo menganggap tidak ada yang dilanggar dalam perjanjian kerja sama antara Indosat dan IM2.

Tifatul menambahkan, pihaknya berharap pihak Indosat banding atas putusan. Meski menghormati putusan pengadilan, pihaknya akan mencoba berkomunikasi dengan pihak pengadilan.

"Pemerintah akan berdialog dengan Yudikatif supaya jangan membunuh industri telekomunikasi. Itu sesuai yang kita keluarkan ijinnya dan sah, kemudian disalahkan pengadilan. Ini kan perlu dialog dengan mereka atau perlu penjelasan kepada mereka," kata Tifatul.

Seperti diberitakan, majelis hakim Pengadilan Tipikor memvonis mantan Direktur Utama IM2 Indar Atmanto dengan pidana 4 tahun ditambah denda Rp 200 juta subsider 3 bulan terkait kasus penyalahgunaan jaringan 3G di frekuensi 2,1 GHz milik Indosat. Majelis hakim juga memerintahkan IM2 membayar uang denda sebesar Rp 1,3 triliun.

Dalam laporan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, kerja sama Indosat dan IM2 dianggap merugikan negara sebesar Rp 1,358 triliun. Indosat, selaku induk perusahaan IM2 akan mengajukan banding.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X