Kompas.com - 22/07/2013, 09:54 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com -
Risiko pelemahan mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada beberapa bulan terakhir tidak berdampak besar pada industri perbankan. Industri ini memiliki modal yang kuat dalam menyerap risiko.

Kepala Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan (LPS, Dody Arifianto, menyampaikan perbankan Indonesia tahan guncangan karena didukung modal besar. Apalagi sebagian besar modal baru merupakan modal inti (tier I). Berdasarkan data LPS, saat ini rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perbankan 18,4 persen dan modal tier I mencapai 16,7 persen.

Doddy menambahkan, salah satu yang harus diwaspadai perbankan adalah kekeringan likuiditas. Sebab loan to deposit ratio (LDR) atau rasio intermediasi perbankan sudah mencapai 89,1 persen.

Direktur Keuangan Bank Mandiri, Pahala Nugraha Mansury, mengklaim sejauh ini rasio modal Mandiri masih kuat di kisaran 15,7 persen, sehingga belum ada rencana memupuk modal. Perseroan memprediksi, sampai tiga tahun mendatang rasio penurunan modal hanya 0,5 persen per tahun, dengan rata-rata pertumbuhan kredit 20 persen dan rasio dividen 25 persen per tahun. "Rasio modal sampai akhir tahun menjadi 15 persen. Level itu masih cukup aman," kata Pahala.

Selain menjaga rasio permodalan, Bank Mandiri juga akan menjaga kondisi likuiditas agar tetap mampu mengucurkan kredit. Bank Mandiri akan menyerap dana-dana jangka panjang, seperti deposito tenor 6 bulan sampai 12 bulan.

Demi menarik dana-dana tersebut, Mandiri melakukan penyesuaian bunga untuk nasabah dengan simpanan tinggi. "Pemberian bunga 5,5 persen untuk nasabah tertentu," kata Pahala.

Direktur Keuangan Bank Danamon, Vera Eve Lim, mengaku pihaknya belum berencana menambah modal, sebab CAR masih 18,7 persen. Namun, bank ini berencana menerbitkan obligasi pada semester II-2013 jika kondisi pasar memungkinkan.

Penerbitan obligasi ini untuk membiayai kredit konsumer, khususnya otomotif. "Penerbitan obligasi akan dilakukan anak usaha, Adira Finance," ujarnya. (Nina Dwiantika)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.