Michael, Mantan Bankir dengan Beragam Bisnis

Kompas.com - 18/08/2013, 11:28 WIB
Michael Rusli KONTAN/CHEPPY A MUCHLISMichael Rusli
EditorErlangga Djumena

KOMPAS.com - Pengalaman mengantarkan Michael Rusli sukses sebagai pengusaha papan atas. Puluhan tahun bergelut dalam dunia perbankan menjadi modalnya untuk berani terjun di berbagai bidang bisnis. Melalui Terra Corporation, pria muda ini menebar jaringnya di bisnis energi, properti, hingga hiburan di Tanah Air.

Dibanding dengan ketenaran BigDaddy, boleh jadi, banyak orang yang belum akrab mendengar Terra Capital. Padahal, BigDaddy yang terkenal sebagai promotor musik, sejatinya, bernaung dalam holding Terra Capital. Selain BigDaddy, Terra juga berinvestasi di perusahaan properti dan energi di Indonesia.

Nah, di balik kesuksesan BigDaddy ataupun Terra Capital, ada seorang pria muda bertangan dingin yang lihai menjalankan berbagai bisnis. Dia adalah Michael Rusli, mantan bankir yang kini bergelut dalam berbagai lini bisnis.

Sejak berusia 20 tahun, Michael menjalin karier di dunia perbankan. “Saya benar-benar mulai dari level terbawah, karena saya kuliah sambil bekerja,” kenang Michael, yang bergelut di industri perbankan selama 15 tahun, menempati berbagai divisi dan posisi.

Karier Michael menanjak, hingga kemudian ABN Amro Bank menunjuk dia untuk menduduki posisi Presiden Direktur ABN Amro Finance Indonesia pada tahun 2006. Tahun 2008, ketika ABN Amro berganti kepemilikan, Michael pun lantas bekerja untuk sebuah perusahaan investasi keluarga asal Inggris, Flemming Family.

Dengan pengalaman saat menjadi bankir, yakni berhubungan dengan banyak pebisnis dan memahami bisnis mereka, akhirnya, Michael memutuskan untuk mendirikan perusahaan investasi, Terra Capital, tahun 2010. Untuk memodali usaha itu, ia bekerja sama dengan dua partner. “Tapi, saya yang menjalankan usaha ini,” jelas suami Sarah Latief ini.

Bila dalam bisnis lainnya, Michael hanya berinvestasi atau mengakuisisi perusahaan yang telah berjalan, maka di bisnis entertainment Michael membidani sendiri kelahiran BigDaddy. Pria berusia 38 tahun ini bertutur, BigDaddy berawal dari keikutsertaannya membantu penyelenggaraan Disney on Ice, tiga tahun silam.

Karena kecewa dengan promotornya terdahulu, Disney Indonesia menawarkan event yang rutin digelar dua kali dalam setahun itu ke BigDaddy. “Dari situ, kami memperoleh kontrak tetap selama tujuh tahun,” ujar Michael.

Komitmen tinggi

Dengan perhitungan matang, Michael mulai menanam investasi untuk bisnis hiburan ini. Salah satunya, membangun jaringan penjualan tiket. Untuk memaksimalkan investasinya itu, dia berniat mengadakan konser musik. “Kebetulan, saat itu, konser musik lagi ramai,” tutur  pria kelahiran 2 November 1975 ini.

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X