Tas Louis Vuitton Kena Pajak Barang Mewah 125 Persen

Kompas.com - 28/08/2013, 11:34 WIB
Ilustrasi LOUIS VUITTONIlustrasi
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Dalam memperkuat perekonomian negara yang melemah, pemerintah telah membuat paket kebijakan ekonomi. Salah satu paket yang digunakan adalah meningkatkan pajak barang mewah dari 75 persen menjadi 125 sampai 150 persen untuk mobil.


Menteri Perindustrian MS Hidayat menjelaskan, selain mobil, ada beberapa produk lainnya yang terkena kenaikan pajak barang mewah. Tas Louis Vitton kini telah dimasukkan ke dalam pajak barang mewah dengan peningkatan sampai 125 persen.

"Itu kena charge sampai 125 persen. Mungkin termasuk tas yang dipakai, Louis Vuitton," ujar Hidayat, Selasa (27/8/2013).

Hidayat menjelaskan, pemerintah hanya menaikkan pajak barang mewah karena keadaan terdesak saat ini, perekonomian negara sedang melemah drastis. Mantan Ketua Kadin pusat itu pun tak bisa memprediksi kapan bisa menguat kembali perekonomian negara.

"Kelihatannya karena keadaan lagi kayak gini, mungkin ada perubahan lagi," jelas Hidayat.

Hidayat kembali menegaskan barang-barang yang terkena pajak barang mewah adalah produk yang tak perlu dikonsumsi atau dibeli saat ekonomi dalam keadaan krisis seperti saat ini.

"Pokoknya barang mewah, barang premium yang mewah, dan tidak perlu dipakai di saat kondisi ekonomi seperti ini," ungkap Hidayat. (Adiatmaputra Fajar Pratama)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X