Kompas.com - 29/08/2013, 07:28 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Mutiara, nama baru untuk Bank Century, gagal lagi dijual. Meski ada kemungkinan perpanjangan waktu, 2013 adalah tahun ketiga berdasarkan UU LPS yang mengharuskan penjualan saham Bank Mutiara senilai minimal nominal dana talangan yang dikucurkan pemerintah untuk penyelamatan bank ini pada 2008-2009.

LPS menutup pendaftaran calon investor untuk penjualan tahap keempat Bank Mutiara pada 1 Juli 2013. Berdasarkan siaran pers LPS tertanggal 28 Agustus 2013, disebutkan ada enam calon investor menyatakan berminat, tetapi hanya lima di antaranya yang memasukkan berkas persyaratan penawaran.

Selanjutnya, prakualifikasi yang dilakukan LPS terhadap lima calon investor tersebut mendapatkan hanya dua calon yang dinyatakan memenuhi persyaratan administratif untuk dapat mengajukan penawaran awal.

"Namun, sampai batas waktu yang ditentukan, kedua calon investor tersebut tidak memasukkan penawaran awal dan menyatakan tidak akan mengikuti proses penjualan saham Bank Mutiara lebih lanjut," papar siaran pers LPS.

Dengan tidak adanya calon investor yang melanjutkan proses penjualan saham Bank Mutiara, LPS menyatakan menutup proses tersebut. "Sesuai amanat Pasal 42 UU LPS," ujar siaran pers itu. Upaya menjual saham Bank Mutiara akan dijadwalkan kembali pada waktu yang ditentukan kemudian.

Selamat tinggal dana talangan?

Bank Mutiara menjadi nama baru setelah Bank Century "diambil alih" pemerintah menggunakan dana talangan Rp 6,7 triliun pada 2008-2009. Dana talangan itu dinyatakan sebagai penyertaan modal LPS sehingga LPS memiliki 99,9 persen saham Bank Mutiara.

Proses penjualan Bank Mutiara sudah dilakukan sejak 2011, tetapi sampai sekarang tak membuahkan hasil. Dari laman resmi LPS, pada 2012 terdapat tujuh calon investor yang menyatakan minat dan tiga di antaranya lolos prakualifikasi.

Namun, proses penjualan pada 2012 pun akhirnya dihentikan LPS karena ketiga investor tidak dapat memenuhi ketentuan administratif yang dipersyaratkan. Salah satu syarat yang tak bisa dipenuhi adalah dukungan kemampuan keuangan untuk membeli seluruh saham Bank Mutiara.

Sementara berdasarkan ketentuan Pasal 42 UU 24 Tahun 2004 tentang LPS yang diperbarui dengan UU 7 Tahun 2009, LPS hanya punya waktu tiga tahun untuk melego bank yang pernah "diselamatkan" senilai minimal nominal penyertaan modal LPS alias senilai dana talangan, termasuk Bank Mutiara ini.

Bila tenggat waktu tiga tahun terlampaui, LPS punya kesempatan memperpanjang waktu penawaran saham Bank Mutiara. Perpanjangan tenggat sebanyak-banyaknya adalah dua kali, dengan masing-masing bertenggat waktu satu tahun.

Jika pada masa perpanjangan harga optimal senilai minimal dana talangan tak juga bisa diwujudkan, maka merujuk ketentuan Ayat 5 Pasal 42 UU LPS, saham Bank Mutiara tak lagi diharuskan dijual senilai minimal dana talangan yang pernah didapatkannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.