Kompas.com - 02/09/2013, 09:56 WIB
Pesawat Merpati di Bandara Ngurah Rai, Bali. KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAPesawat Merpati di Bandara Ngurah Rai, Bali.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com -
PT Pertamina (Persero) tidak jadi menghentikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) avtur ke maskapai penerbangan plat merah Merpati.  Hal itu disambut baik oleh Manajemen PT Merpati Nusantara Airlines (Persero).

“Manajemen dan Direksi PT Pertamina (Persero) jauh lebih bijaksana dalam memandang PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) beserta tugas dan tanggungjawabnya terhadap bangsa Indonesia. Untuk itu, kami atas nama manajemen PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) mengucapkan terima kasih kepada manajemen dan direksi Pertamina atas pengertian dan kerjasama serta dukungannya kepada Merpati,” ujar Vice President Corporate Secretary Merpati Riswanto CP, kepada pers, Minggu (1/9/2013) di Jakarta.

Sebelumnya Pertamina menghentikan pasokan avtur di Bandara Juanda, Surabaya, dan Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Sabtu (31/8/2013). Pasokan itu dihentikan karena utang Merpati sudah mencapai Rp 108 miliar. Penghentian pasokan avtur itu dilakukan karena sebelumnya ada kesepakatan antara kedua pihak. Jika utang Merpati telah mencapai Rp 100 miliar, pasokan avtur dihentikan

"Adapun utang–utang Merpati kepada Pertamina saat ini tengah diupayakan untuk segera diselesaikan. Direksi Merpati tengah melakukan negosiasi dengan Direksi Pertamina untuk penyelesaian utang tersebut," ungkap Riswanto.

Riswanto mengakui, seandainya manajemen PT Pertamina (Persero) menghentikan pasokan BBM atau avturnya ke Merpati, hal ini akan merepotkan PT Merpati. "Selain itu juga akan menyengsarakan masyarakat Indonesia khususnya dari wilayah bagian timur yang selama ini sudah setia menggunakan jasa penerbangan Merpati. Sebab perjalanan dan mobilitas mereka menjadi terganggu," demikian Riswanto.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X