Pemangkasan Tenor SBI Permudah Bank Amankan Likuiditas

Kompas.com - 11/09/2013, 18:14 WIB
Gedung Bank Indonesia di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. KOMPAS IMAGESGedung Bank Indonesia di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia (BI) menyatakan, pelonggaran holding period Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dari 6 bulan menjadi 1 bulan akan mempermudah bank mendapatkan likuiditas.

Selain itu, kebijakan ini juga untuk mendorong pendalaman pasar keuangan perbankan.

"Kita mengalami tekanan rupiah, dan aturannya diperlonggar. Ini akan memudahkan bank untuk mendapatkan likuiditas, jika terdapat kondisi yang memaksa bank untuk melakukan itu. Instrumen yang tadinya lama untuk jual, maka sekarang dengan mudah jual," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi A Johansyah di kantornya, Rabu (11/9/2013).

Penyelesaian minimum holding period SBI, menurut Difi, adalah langkah-langkah lanjutan penguatan bauran kebijakan Bank Indonesia untuk mengendalikan inflasi, stabilisasi nilai tukar, dan upaya penurunan defisit transaksi berjalan.

"Aturan ini akan berlaku besok tanggal 12 September 2013, dan sudah bisa diperdagangkan," katanya.

Kebijakan penyesuaian MHP SBI ini tercantum dalam Surat Edaran Bank Indonesia No. 15/38/DPM tanggal 10 September 2013 perihal Perubahan Ketujuh Surat Edaran Bank Indonesia No.12/18/DPM tanggal 7 Juli 2010 perihal Operasi Pasar Terbuka.

Setifikat Bank Indonesia adalah surat berharga sebagai pengakuan utang jangka pendek dalam rupiah yang dapat diterbitkan oleh Bank Indonesia dengan sistem diskonto.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X