Pajak Barang Mewah untuk "Smartphone" Kemungkinan Dibatalkan

Kompas.com - 11/09/2013, 20:01 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah mewacanakan untuk membatalkan rencana pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) atas ponsel pintar (smartphone). Sebab, hal ini memicu impor ponsel ilegal semakin marak.

"Soal pajak barang mewah untuk smartphone, jangan diberlakukan. Mengingat banyaknya produk-produk ilegal yang beredar dan ini sudah disampaikan ke kami dan Menteri Keuangan," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan selepas rapat terbatas dengan eksportir di kantornya, Jakarta, Selasa (11/9/2013).

Solusinya adalah pemerintah akan memakai pendekatan pengetatan nomor International Mobile Station Equipment Identity (IMEI) di ponsel. Nomor ini merupakan registrasi manufaktur ponsel yang bisa dilihat saat pengguna mencopot baterai ponsel.

Nomor tersebut juga menjadi penanda bahwa ponsel tersebut adalah legal. Bila ponsel ilegal, maka ponsel tersebut tidak akan memiliki nomor IMEI.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan serta Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyepakati bahwa ke depan ponsel yang tidak memiliki IMEI tidak akan bisa digunakan untuk menelepon. Cara ini dianggap ampuh untuk menekan produk ponsel ilegal.

"Kalau ini (pendekatan dengan nomor IMEI) bisa disambut oleh Menteri Keuangan dan bisa dikerjasamakan dengan pelaku usaha terkait, saya rasa ini cukup baik ke depan," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.