Newmont Mengancam Menutup Tambang Batu hijau

Kompas.com - 20/09/2013, 11:04 WIB
KOMPAS/ICHWAN SUSANTO Operasi penambangan tembaga dan sejumlah kecil emas tampak di Proyek Batu Hijau Newmont Nusa Tenggara, di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, Rabu (6/3/2013). Kedalaman cekungan ini mencapai 240 meter dibawah permukaan laut dari rencana 420 di bawah permukaan laut. Luasan bagian pit ini sekitar 550 hektar dari kontrak karya seluas 87.540 hektar.


JAKARTA, KOMPAS.com -
PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) menyatakan akan menutup tambang batu hijau tahun depan. Ini lantaran sampai saat ini, NNT belum juga mendapatkan kepastian untuk ekspor konsentrat tembaga tahun depan. Pernyataan tersebut ditulis Presiden Direktur Utama Newmont Martiono Hadianto dalam memo internalnya kepada karyawan Newmont.

Seperti diketahui, memo ini merespon ketetapan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang tetap mewajibkan NNT untuk membangun smelter tahun depan. Jika tidak membangun smelter, NNT tidak diperbolehkan melakukan ekspor konsentrat tembaga.

Dalam memo tertanggal (16/9/2013) yang tersebar itu, Martiono menulis, dalam satu tahun terakhir, manajemen NNT telah berdialog dengan pemerintah untuk memperoleh konfirmasi mengenai kepastian izin ekspor konsentrat tembaga setelah 12 Januari 2014 mendatang.

Bahkan, kata Martiono, pihaknya telah turut serta dalam pelaksanaan kajian ekonomi pengolahan dan pemurnian tembaga, termasuk yang dibuat oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), yang hasilnya menyatakan pembangunan smelter tembaga saat ini kurang layak secara ekonomi.

"Kami juga sudah melakukan pertemuan dengan Kementerian ESDM, Perdagangan, Keuangan, Perindustrian, dan pejabat berbagai instansi. Tapi, hingga saat ini, NNT masih belum menerima konfirmasi atas hak untuk ekspor konsentrat tembaga setelah 12 Januari 2014," kata dia.

Martiono bilang, dengan kondisi seperti ini, NNT akan membuat rencana darurat jika ekspor konsentrat tembaga yang tidak diizinkan lagi, termasuk adanya kemungkinan penghentian operasi di tambang Batu Hijau. "Pihak manajemen akan tetap bertekad menyelesaikan persoalan ini sesuai dengan tenggat waktu supaya Batu Hijau tetap beroperasi," kata dia. (Azis Husaini)

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErlangga Djumena
Sumber
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X