Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Awal 2014, Bandara Halim Dibuka untuk Penerbangan Komersial

Kompas.com - 18/11/2013, 19:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wacana menjadikan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sebagai penyangga Bandara Soekarno-Hatta yang sudah sangat padat, segera direalisasikan.

Bila tidak ada aral melintang, pada bulan Januari 2014 mendatang, Bandara Halim akan resmi dibuka untuk penerbangan komersial.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, dibukanya Bandara Halim untuk penerbangan komersial merupakan solusi mengatasi padatnya penerbangan Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang. Meski saat ini pemerintah terus mengembangkan Teriminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang juga ditargetkan selesai pada tahun depan, Bandara Halim tetap dibutuhkan sebagai penyangga.

"Nantinya, pemerintah akan memindahkan penerbangan tujuan tertentu ke Bandara Halim Perdanakusuma. Jadi, kemungkinan Bandara Halim akan dibuka untuk pesawat komersial pada awal Januari 2014 mendatang," tutur Mangindaan, Senin (18/11/2013).

Dengan dibukanya penerbangan komersial di Bandara Halim, kesibukan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta diharapkan bisa berkurang.

Bila Halim dibuka untuk keperluan komersial, maka jumlah penerbangan komersial pada tahap awal akan mencakup tiga penerbangan per jam. Namun diharapkan, jumlah penerbangan itu dapat terus bertambah hingga mencapai lima atau enam penerbangan pesawat reguler setiap jamnya.

Saat ini sudah ada sejumlah maspakai penerbangan yang tertarik terkait pembukaan rute penerbangan dari Halim. Maskapai tersebut antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Mandala, Batik Air, Lion Air, dan Air Asia.

Kendati demikian, Kementerian Perhubungan terlebih dahulu akan membicarakan rencana tersebut dengan sejumlah pihak. Secara khusus, hal itu dilakukan untuk melakukan kajian atas berbagai tawaran ketertarikan sejumlah maskapai tersebut sebelum memutuskan langkah selanjutnya. (Noverius Laoli)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Dirut Pupuk Indonesia: Itu Pasti yang Terbaik

Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Dirut Pupuk Indonesia: Itu Pasti yang Terbaik

Whats New
4 Tips Atur Keuangan untuk Beli Hewan Kurban

4 Tips Atur Keuangan untuk Beli Hewan Kurban

Spend Smart
Permintaan Naik, Industri Gas RI Diprediksi Bakal Makin Bergantung pada LNG

Permintaan Naik, Industri Gas RI Diprediksi Bakal Makin Bergantung pada LNG

Whats New
Alih-alih Bangun LRT Bali Senilai Rp 14,19 Triliun, Pengamat Sarankan Ini untuk Atasi Kemacetan di Bali

Alih-alih Bangun LRT Bali Senilai Rp 14,19 Triliun, Pengamat Sarankan Ini untuk Atasi Kemacetan di Bali

Whats New
Rehabilitasi DAS Area Tambang: Tambah Luasan Hijau dan Ekonomi Sirkular Bernilai Miliaran

Rehabilitasi DAS Area Tambang: Tambah Luasan Hijau dan Ekonomi Sirkular Bernilai Miliaran

Whats New
Kisah Sukses Bisnis Elizabeth Bertahan Lebih dari 60 Tahun, Awalnya Bermodal Rp 10.000

Kisah Sukses Bisnis Elizabeth Bertahan Lebih dari 60 Tahun, Awalnya Bermodal Rp 10.000

Smartpreneur
Masih Belum Terima Gaji ke-13? Ini Data Teranyar Penyalurannya

Masih Belum Terima Gaji ke-13? Ini Data Teranyar Penyalurannya

Whats New
OJK: Kredit Kendaraan Listrik Tembus Rp 4,39 Triliun per April 2024

OJK: Kredit Kendaraan Listrik Tembus Rp 4,39 Triliun per April 2024

Whats New
OJK: Industri Fintech Lending Mulai Cetak Laba

OJK: Industri Fintech Lending Mulai Cetak Laba

Whats New
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan agar Klaim Asuransi Tak Ditolak

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan agar Klaim Asuransi Tak Ditolak

Spend Smart
OJK Belum Beri Sinyal Positif Soal Pencabutan Moratorium Izin 'Fintech Lending'

OJK Belum Beri Sinyal Positif Soal Pencabutan Moratorium Izin "Fintech Lending"

Whats New
Ini Penyebab Pemanfaatan Panas Bumi Belum Jadi Prioritas dalam Kebijakan Transisi Energi di RI

Ini Penyebab Pemanfaatan Panas Bumi Belum Jadi Prioritas dalam Kebijakan Transisi Energi di RI

Whats New
Kunjungi China, Luhut Tawarkan Proyek Baterai hingga Durian

Kunjungi China, Luhut Tawarkan Proyek Baterai hingga Durian

Whats New
Peran Layanan E-commerce dan Pemangku Kepentingan Lain dalam Mendorong UMKM dan Brand Lokal Meningkatkan Performa Bisnisnya

Peran Layanan E-commerce dan Pemangku Kepentingan Lain dalam Mendorong UMKM dan Brand Lokal Meningkatkan Performa Bisnisnya

Whats New
GOTO Buka Suara soal PHK Tokopedia, Bantah Hentikan 80 Persen Layanan

GOTO Buka Suara soal PHK Tokopedia, Bantah Hentikan 80 Persen Layanan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com