Atasi Defisit Neraca Transaksi, Kebijakan Energi Harus Jelas

Kompas.com - 02/12/2013, 19:26 WIB
Bajaj mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 31.103.03 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. KOMPAS / PRIYOMBODOBajaj mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 31.103.03 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com
- Defisit neraca transaksi berjalan masih harus menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti mengatakan seharusnya pemerintah dapat mengambil langkah antisipasi akibat tingginya impor minyak.

Pemerintah, kata dia, diharapkan dapat lebih berperan dalam menekan defisit tersebut melalui penerbitan kebijakan fiskal.

"Perlu kebijakan energi yang jelas dari pemerintah. Defisit transaksi berjalan kita sudah besar, pemerintah harus mengharmonisasi kebijakannya dengan kebijakan BI," kata Destry di Jakarta, Senin (2/12/2013).

Lebih lanjut Destry mengatakan, faktor yang menyebabkan tingginya defisit neraca transaksi berjalan adalah impor migas. Ini menyebabkan kebijakan moneter BI menjadi tak banyak berpengaruh terhadap defisit.

"Jadi, apa pun yang dilakukan Bank Indonesia melalui kebijakan moneternya tidak akan mengubah banyak current account deficit," ujar dia.

Destry juga mengatakan bahwa pergerakan rupiah juga dipengaruhi defisit neraca transaksi berjalan. Ia mengatakan pada periode 2005 hingga 2006 terjadi defisit neraca transaksi berjalan, namun hanya berlangsung selama 1 triwulan sehingga rupiah cepat pulih. Begitu pun pada periode yang sama tahun 2008 hingga 2009.

"Sekarang yang terjadi adalah current account deficit sudah masuk ke 8 triwulan. Kami perkirakan defisit itu masih akan terus terjadi, walaupun mungkin secara rasio akan lebih kecil di 2014-2015. Tapi paling tidak 6 triwulan ke depan kita masih defisit," kata Destry.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X