Hadapi Krisis Utang Zona Euro, Jerman Pertahankan Veteran Menteri Keuangan

Kompas.com - 16/12/2013, 02:14 WIB
Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schaeuble (kiri), berbicara dengan Menteri Keuangan Belanda yang juga adalah Presiden Europgroup Jeroen Dijsselbloem, sebelum petemuan Dewan Ekonomi dan Keuangan zona euro di Kantor Pusat Uni Eropa di Brussels, Belgia, paad 10 Desember 2013.
JOHN THYS / AFPMenteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schaeuble (kiri), berbicara dengan Menteri Keuangan Belanda yang juga adalah Presiden Europgroup Jeroen Dijsselbloem, sebelum petemuan Dewan Ekonomi dan Keuangan zona euro di Kantor Pusat Uni Eropa di Brussels, Belgia, paad 10 Desember 2013.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

BERLIN, KOMPAS.com — Kanselir Jerman Angela Merkel mempertahankan Wolfgang Schaeuble (71) di posisi menteri keuangan dalam kabinet periode ketiganya.

Schaeuble telah menempati lima kursi menteri yang berbeda sejak 1994. Dia sekarang merupakan tangan kanan Merkel menghadapi krisis utang yang menghantam zona euro.

Selain menjadi menteri, Schaeuble juga pernah menjadi anggota parlemen selama 40 tahun. Dia juga pernah mengalami percobaan pembunuhan yang membuatnya selama beberapa waktu harus duduk di kursi roda.

Di Eropa, sosok Schaeuble dikenal sebagai sosok "kejam" terkait kepentingan reformasi keuangan di Jerman sebagai konsekuensi pinjaman yang harus Jerman keluarkan untuk negara-negara tetangganya di zona euro.

Kebijakan keuangan Schaeuble telah mengundang pengagum maupun musuh. Namun, tak ada yang meragukan kecerdasan dan kebijakannya yang tertempa melalui pengalaman menjadi pengacara veteran dan terlatih pemerintah.

Schaeuble menempa karier pemerintahannya di era kepemimpinan Kanselir Helmut Kohl. Percobaan pembunuhan atas dirinya terjadi pada 1990, pada saat dia mengawal reunifikasi Jerman Barat dan Jerman Timur.

Nyaris ikut terkubur karier politiknya bersama skandal dana Kohl, Schaeuble kembali mendapatkan momentum politik pada 2002.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Merkel menolak Schaeuble menjadi presiden Jerman pada 2004, tetapi pada tahun berikutnya menunjuk Schaeuble menjadi menteri dalam negeri.

Schaeble mendapat kejutan dari Merkel ketika pada 2009 ditunjuk menjadi menteri keuangan, salah satu jabatan bergengsi di kabinet. Kepada wartawan dia mengaku terkejut dengan penunjukan itu.

Tak membantah bersikap "kejam" soal urusan manajemen keuangan Jerman, Schaeuble bersikap sama kerasnya pada teman-teman di kubu politiknya soal disiplin dana kampanye. Dia pun memberlakukan aturan ketat untuk setiap dana talangan yang harus digelontorkan Pemerintah Jerman.



Sumber
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Sepekan Turun 0,52 Persen, Kapitalisasi Jadi Rp 7.233 triliun

IHSG Sepekan Turun 0,52 Persen, Kapitalisasi Jadi Rp 7.233 triliun

Whats New
Bamsoet: Akidi Tio Penyumbang Terbanyak di Dunia Setelah Bill Gates

Bamsoet: Akidi Tio Penyumbang Terbanyak di Dunia Setelah Bill Gates

Whats New
Kembangkan Kawasan Bandara Yogyakarta, Angkasa Pura Properti Cari Investor Strategis

Kembangkan Kawasan Bandara Yogyakarta, Angkasa Pura Properti Cari Investor Strategis

Rilis
Stimulus Listrik di Babel Sudah Habiskan Anggaran Rp 31 Miliar

Stimulus Listrik di Babel Sudah Habiskan Anggaran Rp 31 Miliar

Whats New
Permintaan Dunia Naik, Harga Komoditas Pertambangan Alami Tren Positif

Permintaan Dunia Naik, Harga Komoditas Pertambangan Alami Tren Positif

Rilis
Aset Kripto Kompak Melesat, Harga Bitcoin Kembali ke Rp 600 Juta

Aset Kripto Kompak Melesat, Harga Bitcoin Kembali ke Rp 600 Juta

Whats New
Daftar Pekerja yang Mendapat Prioritas Menerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta

Daftar Pekerja yang Mendapat Prioritas Menerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta

Whats New
Sederet Fakta Dibalik Polemik Anggaran Laptop Pelajar Kemendikbud

Sederet Fakta Dibalik Polemik Anggaran Laptop Pelajar Kemendikbud

Whats New
Sri Mulyani Bebaskan Pajak Kapal Pesiar dan Yacht Khusus untuk Wisata

Sri Mulyani Bebaskan Pajak Kapal Pesiar dan Yacht Khusus untuk Wisata

Whats New
Efek Sepi Penumpang, 35 Persen Karyawan Lion Air Group Dirumahkan

Efek Sepi Penumpang, 35 Persen Karyawan Lion Air Group Dirumahkan

Whats New
Pahami Beda PBG, SLF, dan Surat Bukti Kepemilikan Bangunan Gedung

Pahami Beda PBG, SLF, dan Surat Bukti Kepemilikan Bangunan Gedung

Whats New
Viral Cuitan Nasabah Mengaku Kehilangan Uang di BRI, Ternyata Dipakai Suaminya

Viral Cuitan Nasabah Mengaku Kehilangan Uang di BRI, Ternyata Dipakai Suaminya

Whats New
UMKM Batik Ini Tembus Ekspor ke Mancanegara Berkat Program Shopee

UMKM Batik Ini Tembus Ekspor ke Mancanegara Berkat Program Shopee

Smartpreneur
Pengertian Faktor Produksi, Jenis, dan Contohnya

Pengertian Faktor Produksi, Jenis, dan Contohnya

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Kebiasaan Memberi Tip | Kekalahan Marcus/Kevin | Susur Sungai Musi

[POPULER DI KOMPASIANA] Kebiasaan Memberi Tip | Kekalahan Marcus/Kevin | Susur Sungai Musi

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X