Kompas.com - 24/12/2013, 10:01 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com -  TAK terbilang berapa banyak jenis imbauan untuk menggunakan produk dalam negeri. Lewat iklan di media massa, pemerintah berusaha mendorong masyarakat untuk mencintai produk kita sendiri. Muara yang diharapkan adalah tumbuhnya sektor industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan lokal. Bahkan, jika memungkinkan untuk ekspor.

Namun, seberapa efektif imbauan itu di lapangan? Ketika masuk produk impor yang lebih murah daripada barang sejenis hasil produksi dalam negeri, imbauan barangkali akan tinggal imbauan.

Tak sulit mencari bukti. Harga pisau produksi China yang beberapa ribu lebih murah daripada pisau sejenis produksi pandai besi Indonesia akan lebih cepat laku.

Tampaknya ketika berhadapan dengan harga, sebagian dari kita tak memiliki tipikal patuh pada imbauan pemerintah. Ini tak jauh berbeda dengan nasib imbauan pemerintah bagi kalangan menengah untuk membeli bahan bakar minyak nonsubsidi. Padahal, tujuannya jelas, yakni menekan impor minyak yang sudah membuat neraca perdagangan kita defisit. Toh setiap saat masih dengan mudah kita saksikan mobil berkapasitas mesin di atas 1.600 cc yang mengisi Premium, bukan Pertamax ataupun Pertamax Plus.

Belajar dari kurang efektifnya imbauan-imbauan, pemerintah berjalan selangkah ke depan untuk membuka ruang bagi produk lokal di pusat perbelanjaan dan toko modern. Menteri Perdagangan menerbitkan Peraturan Nomor 70 Tahun 2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern, beberapa hari lalu.

Permendag No. 70/2013 mengatur secara tegas bagaimana ritel modern berjualan untuk memastikan produk dalam negeri mendapatkan tempat. Itu diatur melalui distribusi produk dalam negeri, merek sendiri (milik toko modern), dan promosi.

Pasal 22 (1 dan 2) secara tegas mewajibkan pusat perbelanjaan dan toko modern menyediakan barang dagangan dari produksi dalam negeri paling sedikit 80 persen dari seluruh produk yang diperdagangkan, baik dari volume maupun jenisnya. Menteri Perdagangan hanya bisa memberi pengecualian terhadap klausul itu berdasarkan rekomendasi dari Forum Komunikasi Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern.

Peraturan ini membawa konsekuensi terhadap dua hal, yakni produk impor dan kesiapan industri dalam negeri. Produk impor yang belakangan ini membanjiri Indonesia hanya memiliki kuota paling banyak 20 persen dari seluruh barang yang diperdagangkan di pusat perbelanjaan dan toko modern.

Bagi industri dalam negeri, peraturan ini adalah tantangan. Kini, pasar untuk produk lokal terbuka lebar. Produsen dalam negeri harus memastikan bahwa mereka mampu memasok kebutuhan pasar ritel modern. Karena itu, Permendag No. 70/2013 baru akan efektif diimplementasikan 2,5 tahun mendatang supaya ritel dan industri siap. (A Handoko)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cek Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Cek Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Menakar Potensi Dompet Digital Tahun Depan

Menakar Potensi Dompet Digital Tahun Depan

Whats New
Soal E-commerce Jadi Pemungut Pajak UMKM, Ditjen Pajak: Kami Masih Pertimbangkan

Soal E-commerce Jadi Pemungut Pajak UMKM, Ditjen Pajak: Kami Masih Pertimbangkan

Whats New
Minat Investor Tinggi, Pembangunan IKN Nusantara Dikebut

Minat Investor Tinggi, Pembangunan IKN Nusantara Dikebut

Whats New
Mengenal Stablecoin USDC, Aset Kripto Aman untuk Simpan Dana Darurat

Mengenal Stablecoin USDC, Aset Kripto Aman untuk Simpan Dana Darurat

BrandzView
Gelombang PHK dan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Gelombang PHK dan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Whats New
Daftar UMP 2023 di Jawa dari yang Tertinggi hingga Terendah

Daftar UMP 2023 di Jawa dari yang Tertinggi hingga Terendah

Work Smart
Harga Minyak Dunia Sempat Sentuh Level Terendah dalam 11 Bulan

Harga Minyak Dunia Sempat Sentuh Level Terendah dalam 11 Bulan

Whats New
Pertumbuhan Investor Tinggi, tetapi Banyak yang Masih Belum Paham...

Pertumbuhan Investor Tinggi, tetapi Banyak yang Masih Belum Paham...

Whats New
Lewat RJIT, Kementan Dukung Peningkatan Produktivitas Petani Seram Barat

Lewat RJIT, Kementan Dukung Peningkatan Produktivitas Petani Seram Barat

Rilis
Mampukah IHSG Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Mampukah IHSG Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Data Ekonomi RI Positif, BI Diminta Tak Terapkan Kebijakan Moneter Restriktif

Data Ekonomi RI Positif, BI Diminta Tak Terapkan Kebijakan Moneter Restriktif

Whats New
[POPULER MONEY] Mengintip Gaji Kabareskrim Komjen Agus Andrianto | UMP DKI Jakarta 2023 Naik Jadi Rp 4,9 Juta

[POPULER MONEY] Mengintip Gaji Kabareskrim Komjen Agus Andrianto | UMP DKI Jakarta 2023 Naik Jadi Rp 4,9 Juta

Whats New
Pelaku Usaha Industri Tembakau dan Vape Pastikan Tidak Jual Rokok kepada Anak Usia 18 Tahun ke Bawah

Pelaku Usaha Industri Tembakau dan Vape Pastikan Tidak Jual Rokok kepada Anak Usia 18 Tahun ke Bawah

Whats New
Mengintip Gaji Kabareskrim Komjen Agus Andrianto

Mengintip Gaji Kabareskrim Komjen Agus Andrianto

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.