Kompas.com - 16/01/2014, 10:18 WIB
Ilustrasi BPJS TRIBUNNEWS/HERUDIN Ilustrasi BPJS
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT Jamsostek Elvyn G Masassya mengatakan, seusai bertransformasi menjadi Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, perseroan tersebut menargetkan pertumbuhan iuran sebesar 35 persen menjadi Rp 32 triliun.

"Untuk 2014 kami targetkan pertumbuhan iuran 35 persen menjadi Rp 32 triliun. Sedangkan untuk tenaga kerja aktif yang menjadi peserta kita targetkan 15,2 juta orang (tumbuh 26 persen). Itu termasuk dari sektor formal, sektor informal, dan jasa konstruksi," ungkap Elvyn saat berbincang dengan wartawan di kantornya, Rabu sore (15/1/2014).

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk mengejar pencapaian tersebut, pihaknya akan melakukan perluasan pasar dan meningkatkan intensitas pengawasan. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga akan membuka kanal kepesertaan untuk sektor informal.

"Kita akan memberikan kemudahan untuk mendaftar BPJS Ketenagakerjaan, lewat online, outlet di bank-bank, dan agen," ujarnya.

BPJS Ketenagakerjaan juga menerapkan konsep jemput bola, seperti goes to mall, goes to factory, dan goes to society. Sekadar informasi, sepanjang 2013 iuran yang terkumpul di Jamsostek sebanyak Rp 26,9 triliun dari sebanyak 12,2 juta peserta aktif.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X