Kompas.com - 26/02/2014, 20:56 WIB
Menteri ESDM Jero Wacik KOMPAS.COM/Sandro GatraMenteri ESDM Jero Wacik
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  Jero Wacik menegaskan, PT Freeport Indonesia tidak boleh melakukan ekspor konsentrat, meski memberi jaminan akan membangun pabrik pengolahan mineral (smelter).

Alasan Freeport tidak boleh ekspor, karena belum membuktikan membangun smelter. Padahal saat ini Freeport punya 2 juta ton konsentrat yang belum dimurnikan.

"Tidak ada lagi, bahwa melobi-lobi boleh tidak ekspor mineral mentah dulu sementara, tidak ada, tidak boleh," ujar Jero Wacik di kantor Kementerian ESDM, Rabu (26/2/2014).

Jero menambahkan, keputusan tersebut mengacu kepada UU Minerba Nomor 4 tahun 2009. Dalam UU tersebut menegaskan tidak boleh melakukan ekspor, jika sudah melakukan pemurnian bahan mineral menjadi setengah jadi.

"Bahwa ada konsentrat, ada bea keluar, ini semua proses, proses undang-undang ini harus dilakukan karena ini amanah undang-undang kami," ungkap Jero.

Sebelumnya Menteri Perindustrian MS Hidayat menjelaskan Freeport bisa melakukan ekspor konsentrat. Pasalnya Freeport mengaku serius akan membangun smelter. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.