JORR W2 Utara Siap Mei 2014

Kompas.com - 11/03/2014, 07:55 WIB
Warga melintasi ruas Tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2) Kebon Jeruk-Ciledug di kawasan Petukangan Utara, Jakarta Selatan, sebelum peresmian operasional jalan tol tersebut, Jumat (27/12/2013). Jalan tol sepanjang 5,8 kilometer itu merupakan bagian dari proyek JORR W2 yang akan menghubungkan ruas tol di TB Simatupang dan Tol Jakarta-Merak. KOMPAS/YUNIADHI AGUNGWarga melintasi ruas Tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2) Kebon Jeruk-Ciledug di kawasan Petukangan Utara, Jakarta Selatan, sebelum peresmian operasional jalan tol tersebut, Jumat (27/12/2013). Jalan tol sepanjang 5,8 kilometer itu merupakan bagian dari proyek JORR W2 yang akan menghubungkan ruas tol di TB Simatupang dan Tol Jakarta-Merak.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road W2 Utara dari Kebon Jeruk-Ulujami dipastikan selesai pada akhir Mei 2014. Dengan demikian, Juni mendatang, tol ini sudah bisa dioperasikan.

Semula, pembangunan tol ini ditargetkan selesai pada Oktober 2014. Namun, karena dilakukan rekayasa teknik, penyelesaiannya bisa dipercepat. Dengan demikian, sebelum bulan Ramadhan mendatang, tol ini bisa dimanfaatkan.

Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2 Utara ini merupakan satu-satunya ruas JORR yang sampai saat ini belum terselesaikan. Ruas ini merupakan missing link dari Tol JORR secara keseluruhan. Apabila sudah tersambung, ruas JORR ini akan membentang mulai dari Rorotan-Cikunir-Penjaringan. Keberadaan JORR ini akan mengurangi kepadatan di Tol Dalam Kota sebesar 25 persen-30 persen.

”Jika sudah dioperasikan, truk tidak boleh lagi masuk ke Tol Dalam Kota. Demikian juga kendaraan yang dari Bekasi dan Bogor, jika akan ke Bandara atau Tangerang, tidak perlu masuk ke Jakarta,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Adityawarman, di Jakarta, Senin (10/3/2014).

Tol yang dibangun sejak tahun 1990 ini memiliki panjang total sekitar 63 kilometer. Jasa Marga mengoperasikan 50 km di antaranya.

JORR W2 Utara dimiliki PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ) yang merupakan anak perusahaan Jasa Marga. Menurut Direktur Utama MLJ Subekti Syukur, pembangunan bisa dipercepat karena dilakukan rekayasa teknik menggunakan sheet pile dan limestone. ”Selain lebih cepat, kami juga tetap bisa mempertahankan kawasan ini sebagai daerah resapan air. Di bawah tol akan menjadi situ yang luasnya mencapai 6.000 meter persegi,” tutur dia.

Pembangunan yang dilakukan oleh kontraktor Jaya Konstruksi ini menggunakan pembiayaan dari perbankan Bank Mandiri dan Bank DKI sebesar 70 persen. Sisanya menggunakan ekuitas perusahaan. Pembebasan lahan dilakukan Wali Kota Jakarta Selatan dan BPN. (ARN)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cek Rekening, Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta untuk Tahap V Termin Kedua Telah Disalurkan

Cek Rekening, Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta untuk Tahap V Termin Kedua Telah Disalurkan

Whats New
Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X