Pertumbuhan Ekonomi Direvisi, Dirjen Pajak Berharap Target Pajak Dikurangi

Kompas.com - 11/03/2014, 17:55 WIB
Dirjen Pajak Fuad Rahmany TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Dirjen Pajak Fuad Rahmany
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com -
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Fuad Rahmany mengatakan, jika pertumbuhan ekonomi direvisi ke bawah, ia berharap target penerimaan pajak juga diturunkan.

"Peneriman pajak harus turun, tapi berapa persennya saya tidak bisa ngomong, karena yang ngitung BKF (Badan Kebijakan Fiskal)," kata Fuad dijumpai di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (11/3/2014).

Sebagai informasi, realisasi penerimaan pajak tahun 2013 mencapai Rp 1.099,9 triliun per 31 Desember 2013 lalu. Jumlah itu hanya 96 persen dari target sepanjang tahun lalu sebesar Rp 1.139,32 triliun.  Sementara itu, target peneriman pajak tahun 2014 dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 tercatat sebesar Rp 1.110,19 triliun.

Namun, Fuad tidak mau berspekulasi mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan akankah target pajak tahun ini tercapai. Alasannya, belum ada data dari Badan Pusat Statistik. Sementara itu, ekonomi global juga masih belum bisa dipastikan.

Yang jelas, kata Fuad, sektor mineral tambang dan properti akan sangat berdampak terhadap penerimaan pajak. Larangan ekspor mineral mentah (ore) yang berlaku sejak 12 Januari 2014 lalu menurunkan penerimaan pajak dari sektor pertambangan. Demikian juga dengan kebijakan LTR untuk industri properti juga memberikan andil pengurangan pajak.

"LTR itu kan memperlambat. Jadi dengan begitu pajak (properti) tidak akan tambah lebih cepat. Emang, adanya perlambatan di industri itu, penerimaan pajaknya akan melambat juga," katanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X