INSA Minta Proses di Bea Cukai Dipersingkat

Kompas.com - 01/04/2014, 11:30 WIB
Pelabuhan Tanjungpriok sepi dari Kegiatan Bongkar Muat, Senin (3/6/2013) Warta KotaPelabuhan Tanjungpriok sepi dari Kegiatan Bongkar Muat, Senin (3/6/2013)
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia National Shipowners' Association (INSA) menengarai, lamanya waktu tunggu bongkar-muat (dwelling time) barang di pelabuhan  Tanjung Priok, Jakarta, menyebabkan ekonomi biaya tinggi. Padahal 70 persen kegiatan bongkar-muat masih bertumpu di sini.

Wakil Ketua INSA, Asmari Herry menyebut, salah satu langkah menurunkan dwelling time dari yang sekarang mencapai 9 hari adalah dengan mempersingkat proses di Bea dan Cukai.

"Proses pemeriksaan barang di Bea Cukai harus dipercepat karena demand-nya tinggi," kata Herry, di Jakarta, Senin (31/3/2014).

Pemeriksaan barang di Bea dan Cukai bisa dipersingkat dengan meningkatkan profesionalitas pegawai di otoritas tersebut, serta mengoptimalkan sistem kerja 24/7.

Herry menambahkan, otoritas juga harus memberikan sanksi tegas kepada importir/eksportir yang tak segera mengeluarkan kontainer dari pelabuhan, padahal proses administrasi bongkar-muatnya telah rampung.

Selain mempersingkat proses di Bea dan Cukai, dwelling time juga bisa diturunkan dengan mengembangkan pelabuhan selain Tg.Priok. "Memperbesar kapasitas Pelabuhan Tg.Priok atau dengan menambah daya tampung di luar Pelabuhan Tg.Priok," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X