Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Minati Merpati, Investor Rusia dan Tiongkok Temui Pemerintah RI

Kompas.com - 10/04/2014, 10:30 WIB
Estu Suryowati

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com
- Pemerintah tengah menunggu dua calon investor yang berminat meminang PT Merpati Nusantara Airlines yang kini sedang sekarat, salah satunya adalah Xi'an Aircraft Industrial Corporation, sebuah produsen pesawat milik pemerintah Tiongkok.

"Rusia, Tiongkok ketemu saya. Mereka kerjasama dengan Merpati silakan. Bawa pesawat, silakan. Mau beli silakan. Bentuk kerjasamanya apa terserah," ungkap Deputi Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN, Wahyu Hidayat, ditemui usai rapat pimpinan BUMN di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (10/4/2014).

Namun saat ditanya mengenai mana yang paling mungkin dipilih dari dua calon investor tersebut, Wahyu mengaku tidak tahu pasti. Dia pun menegaskan tidak ada target kapan keputusan dari keduanya bakal diterima oleh pemerintah Indonesia. "Mereka berdua balik dulu kan. Xi'an kan BUMN-nya Tiongkok, dia balik ke negaranya lapor dulu ke Kementerian BUMN-nya," kata Wahyu.

Terlepas dari menunggu keputusan dua calon investor, Wahyu memastikan restrukturisasi Merpati tetap berjalan, kendati pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono berakhir dan berganti. "Yang jelas pemerintah enggak mau menginjeksi dana lagi," tutupnya.

Sebelumnya, Xi'an dikabarkan sudah mengirimi Kementerian BUMN surat resmi, yang isinya intinya meminati Merpati. Demikian pula dengan Sukhoi, Rusia. Menteri BUMN, Dahlan Iskan, beberapa waktu lalu menuturkan, akan segera menggelar pertemuan untuk membahas hal tersebut.

"Pola kerjasama harus diperjelas, bisa saja Xi'an masuk dengan investas menambah jumlah pesawat. Termasuk juga masalah pengoperasiannya," ujarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com