Defisit Perdagangan Indonesia terhadap Thailand Turun

Kompas.com - 02/05/2014, 17:34 WIB
Petani menyadap karet di perkebunan rakyat Desa Maringin Jaya, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu KOMPAS/A HANDOKOPetani menyadap karet di perkebunan rakyat Desa Maringin Jaya, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit perdagangan Indonesia dengan Thailand menurun dari 402,9 juta dollar AS pada Februari 2014, menjadi 371,9 juta dollar AS.

“Situasi politik di Thailand yang kisruh mengganggu produksi di Thailand,” ungkap Sasmito Hadi Wibowo, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Akibat penurunan produksi Thailand, ekspor Thailand ke negara-negara lain termasuk ke Indonesia pun menurun. Namun demikian, penurunan pasokan ini menyebabkan harga barang-barang produksi Thailand juga praktis naik.

“Harga mobil bulan April itu naik, khususnya yang dari Thailand. Dampak Thailand ke rata-rata harga mobil Indonesia dari sana, karena produksinya berkurang. Karena volumenya turun, sementara kebutuhan mobil kita tidak berkurang justeru naik, sehingga larinya ke harga,” terang Sasmito.

Di sisi lain, Menteri Perdagangan M Lutfi menuturkan, transisi pemerintahan di Thailand yang tak berjalan mulus juga menghambat pemulihan harga karet. Saat ini harga karet masih tertekan di bawah 3 dollar AS per kg. Meskipun telah ada konsorsium dari tiga produsen karet terbesar, yang beranggotakan Indonesia, Thailand, dan Malaysia, namun harga karet belum bisa dikerek pulih.

The biggest stakeholder di International Rubber Consortium (IRCo), yakni Thailand masih menunggu kondisi politik mereka stabil. “Sebagaimana diketahui, Thailand saat ini kasarannya tidak memiliki pemerintahan yang baku. Kalau kita tanya mereka, mereka mengatakan, mudah-mudahan pada kesempatan pertama mereka mempunyai pemerintahan,” jelas Lutfi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X