Kompas.com - 06/05/2014, 11:06 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada isu kurang sedap beredar di lingkungan perusahaan Bank Mega, yaitu rencana manajemen Bperseroan mengurangi jumlah karyawan.

Seorang karyawan Bank Mega mengatakan, wacana pengurangan karyawan dilontarkan Direktur Utama Mega Kostaman Thayib, di acara rapat kerja sekitar Maret-April lalu.

Forum itu dihadiri jajaran direksi. Informasi lantas menyebar cepat ke lingkungan karyawan hingga ke level bawah. Alasan pemangkasan karyawan adalah untuk efisiensi biaya dan peningkatan kesejahteraan karyawan.

Bank milik pengusaha Chairul Tanjung ini mewacanakan memangkas karyawan sebanyak 2.000-3.000 orang. Sasarannya pekerja level bawah dan di kantor-kantor cabang. Per akhir Maret tahun ini, jumlah total karyawan tetap Bank Mega mencapai 9.015 orang.

Pengurangan karyawan mungkin bertahap. Tapi tak jelas skemanya, apakah melalui Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau meminta karyawan mengundurkan diri.

Sementara, KONTAN mendapat informasi dari pihak yang mengaku karyawan Bank Mega. Melalui alamat email krisismega@gmail.com, dia mengirim surat terbuka kepada Chairul Tanjung. Surat elektronik ini juga dikirim ke berbagai media massa nasional, termasuk KONTAN.

Dalam surat bertajuk Suara Hati Karyawan Bank Mega, karyawan ini menyatakan manajemen Mega justru meminta mereka agar mundur, bukan mem-PHK. Dia menuding, manajemen enggan memberikan pesangon.

Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib, hanya bilang, "Silakan hubungi sekretaris perusahaan, yang akan berkoordinasi dengan HRD," tutur dia.

Sekretaris Perusahaan Bank Mega, Gatot Aris Munandar, membantah Bank Mega akan mengurangi karyawan secara besar-besaran. "Yang benar, ada pegawai tidak sesuai ekspektasi yang telah disepakati sejak awal," kata dia, seraya menambahkan Bank Mega menghargai pegawai yang produktif. Dus, jika ada yang mengundurkan diri, hal ini sesuai keinginan pegawai yang bersangkutan.

Yang pasti, Otoritas Jasa Keuangan siap menindaklanjuti kabar itu. "Saya akan cek ke pengawasan," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Nelson Tampubolon. ( Nina Dwiantika, Issa Almawadi, Sandy Baskoro)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Kontan


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nelayan Campurejo Gresik Menginap di SPBU Demi Beli Solar, Ini Kata Pertamina

Nelayan Campurejo Gresik Menginap di SPBU Demi Beli Solar, Ini Kata Pertamina

Whats New
LPS Prediksi Bunga Deposito Perbankan Naik Jelang Akhir Tahun

LPS Prediksi Bunga Deposito Perbankan Naik Jelang Akhir Tahun

Whats New
Berapa Total Insentif yang Didapat dari Kartu Prakerja? Simak Rinciannya

Berapa Total Insentif yang Didapat dari Kartu Prakerja? Simak Rinciannya

Whats New
Presiden Jokowi Sebut Penyaluran BSU Sudah 48,3 Persen

Presiden Jokowi Sebut Penyaluran BSU Sudah 48,3 Persen

Whats New
Fujifilm dan Semangat Berbagi untuk Hidup Bersama Lebih Baik

Fujifilm dan Semangat Berbagi untuk Hidup Bersama Lebih Baik

Work Smart
PT Rintis Sejahtra Koneksikan 10 Bank Jadi BI Fast di Batch IV

PT Rintis Sejahtra Koneksikan 10 Bank Jadi BI Fast di Batch IV

Whats New
SIG Percepat Transformasi Digital lewat Teknologi Cloud

SIG Percepat Transformasi Digital lewat Teknologi Cloud

Whats New
Kliring Berjangka Indonesia Angkat Budi Susanto Jadi Direktur, Ini Profilnya

Kliring Berjangka Indonesia Angkat Budi Susanto Jadi Direktur, Ini Profilnya

Whats New
Prakerja Gelombang 45 Diumumkan, Ini Cara Cek Lolos Kartu Prakerja

Prakerja Gelombang 45 Diumumkan, Ini Cara Cek Lolos Kartu Prakerja

Whats New
Kartu Prakerja Gelombang 46 Belum Dibuka, Simak Dulu Syarat dan Cara Daftarnya

Kartu Prakerja Gelombang 46 Belum Dibuka, Simak Dulu Syarat dan Cara Daftarnya

Whats New
Lowongan Kerja di Perusahaan Kelapa Sawit, Simak Posisi dan Syaratnya

Lowongan Kerja di Perusahaan Kelapa Sawit, Simak Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Pesangon Karyawan Indosat Capai 75 Kali Upah, Begini Cara Hitung Uang Kompensasi PHK

Pesangon Karyawan Indosat Capai 75 Kali Upah, Begini Cara Hitung Uang Kompensasi PHK

Whats New
Aturan Tarif Baru Angkutan Penyeberangan Rampung, Kemenhub: Butuh 3 Hari Sosialisasi

Aturan Tarif Baru Angkutan Penyeberangan Rampung, Kemenhub: Butuh 3 Hari Sosialisasi

Whats New
IHSG Parkir di Zona Merah, 3 Saham Ini Jadi 'Top Losers' di Indeks LQ45

IHSG Parkir di Zona Merah, 3 Saham Ini Jadi "Top Losers" di Indeks LQ45

Whats New
MRT Jakarta Buka 8 Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Kualifikasinya

MRT Jakarta Buka 8 Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Kualifikasinya

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.