Harga Tembakau Diprediksi Naik 25 Persen

Kompas.com - 25/05/2014, 19:56 WIB
Ilustrasi: Petani tembakau di Desa Pekauman Kecamatan Grujugan Bondowoso, Jawa Timur KOMPAS.com/ Ahmad WinarnoIlustrasi: Petani tembakau di Desa Pekauman Kecamatan Grujugan Bondowoso, Jawa Timur
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com
- Jelang musim tanam tembakau awal Juni ini, petani tembakau memprediksi harga tembakau bisa naik 25 persen menjadi Rp 50.000 per kilogram (kg) dibandingkan tahun lalu.

Pasalnya produktifitas dan kualitas tembakau pada musim tanam periode ini, diperkirakan akan lebih baik ketimbang tahun lalu.

"Curah hujan tidak setinggi tahun lalu sehingga produktifitas tembakau naik," ujar Budidoyo, Wakil Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Minggu (25/5).

Menurutnya, kenaikan harga tembakau 25% dianggap wajar. Sebab selain ongkos produksi, ongkos distribusi juga naik rata-rata 10%.

Di sisi lain, produksi tembakau dalam negeri tahun ini hanya akan sekitar 200.000 ton. Sementara total kebutuhan tembakau mencapai 300.000 ton.

Luas areal tanam tembakau tahun ini diperkirakan akan sama dengan tahun lalu yaitu 269.382 hektare. (Mona Tobing)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X