Evaluasi Pelayanan, Dirut Pelni Menyamar sebagai Penumpang Umum

Kompas.com - 12/06/2014, 13:23 WIB
Ilustrasi: Kapal PT Pelni, KM Lambelu, saat hendak sandar di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku, beberapa waktu lalu KOMPAS/A PONCO ANGGOROIlustrasi: Kapal PT Pelni, KM Lambelu, saat hendak sandar di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku, beberapa waktu lalu
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Sulistyo Wimbo Hardjito, Dirut PT Pelni yang baru punya cara unik dalam menilik pelayanan angkutan laut pelat merah tersebut.

Ditemui usai rapat pimpinan BUMN, di Kantor Pelni, Kamis (12/6/2014), Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan menceriterakan, dua pekan sebelum resmi menggantikan Syahril Japarin, Wimbo menyamar sebagai penumpang umum.

"Dua minggu sebelum jadi Dirut, dia jadi penumpang Pelni, menyamar sebagai penumpang biasa, pakai sendal jepit, pakai kaos," ujar Dahlan.

Saat dikonfirmasi, Wimbo membenarkan hal tersebut. Selama dua pekan itu dia menjajal sejumlah rute Pelni, antara lain Batam, Natuna, Pontianak, dan Banjarmasin. Dari penyamarannya itu, Wimbo mendapatkan permasalahan pelayanan masih ada di Pelni.

Menurut dia, masih banyak yang perlu diperbaiki dari pelayanan Pelni. "Beli tiket ke Natuna lamanya 5 jam. Pelayanan kurang, toiletnya kurang bersih, tempat tidurnya juga," katanya.

Dia mengungkapkan pelayanan Pelni yang masih kurang bukanlah karena sumber daya manusianya, namun tidak adanya sistem yang mempersiapkan SDM untuk memilki mental melayani. "Peningkatan pelayanannya, nanti 1 Juli, kita lihat," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X