Kuota Tak Sesuai, Kementan Curigai Adanya Kebocoran Subsidi Pupuk

Kompas.com - 17/06/2014, 20:28 WIB
Menteri Pertanian Suswono KOMPAS.COM/Sandro GatraMenteri Pertanian Suswono
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian mencurigai adanya kebocoran subsidi pupuk yang menyebabkan penyaluran pupuk bersubsidi tidak sesuai sasaran. Akibatnya, banyak daerah-daerah yang tidak mendapatkan pupuk sesuai kuotanya.

"Kita memang terus terang saja masih mencurigai adanya kebocoran subsidi pupuk, dengan disparitas harga pupuk yang tinggi memancing orng-orang yang memanfaatkan ini masih tinggi," ujar Menteri Pertanian, Suswono, Di Gedung DPR Jakarta, Selasa (16/6/2014).

Suswono menjelaskan, kebocoran pupuk bersubsidi yang terjadi saat ini sudah menjadi rahasia umum. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena tidak pernah ada tindakan yang tegas dari petugas terhadap orang-orang menyebabkan terjadinya kebocoran pupuk.

Ketika ditanya berapa data kebocoran pupuk tersebut, Suswono mengakui tidak memiliki data pasti. Namun, menurutnya, Kementan akan terus berusaha agar kebocoran subsidi pupuk tersebut dapat dihentikan dengan menambah anggaran Komisi Pengawas Pupuk dan Pertisida (KP3).

"Inilah yang kami terus terang saja tidak memiliki data pasti ya, tapi memang kebocoran ini bukan rahasia, dan kasus-kasus penemuan penyimpangan pupuk ini jarang diproses sampai tuntas oleh pengadilan," katanya.

"Jadi efek jeranya kurang. Makanya KP3 ini didalamnya ada Polisi dan Jaksa untk tindakannya makin keras dan kita akan naikan anggarannya," tandasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.