Potensi Pasar "Outsourcing" Indonesia Capai Rp 17,5 Triliun

Kompas.com - 01/07/2014, 11:13 WIB
Ribuan buruh dari berbagai organisasi berunjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional, melintasi Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (1/5/2014). Hari Buruh Internasional ditetapkan sebagai hari libur nasional untuk kali pertama di tahun ini, diperingati dengan berunjuk rasa menuntut upah layak, penghapusan outsourcing, dan penolakan terhadap undang-undang Badan Penyelenggara Jaminan Nasional. TRIBUNNEWS/HERUDIN HERUDINRibuan buruh dari berbagai organisasi berunjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional, melintasi Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (1/5/2014). Hari Buruh Internasional ditetapkan sebagai hari libur nasional untuk kali pertama di tahun ini, diperingati dengan berunjuk rasa menuntut upah layak, penghapusan outsourcing, dan penolakan terhadap undang-undang Badan Penyelenggara Jaminan Nasional. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesian Outsourcing Association (IOA) atau Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) menyatakan, potensi pasar alihdaya di Indonesia tahun 2014 diperkirakan mencapai Rp 17,5 triliun. Hal tersebut didapatkan berdasarkan survey outsourcing yang dilakukan oleh tim riset ABADI.

"Potensi pasar domestik kita, dari data ini maka potensi pasar alihdaya di Indonesia tahun 2014 diperkirakan mencapai Rp 17,5 triliun," ujar Ketua Umum ABADI, Wisnu Wibowo di Jakarta, Selasa (1/7/2014).

Wisnu menjelaskan, potensi bisnis outsorcing di Indonesia akan semakin membesar dalam beberapa tahun ke depan. Hal tersebut disebabkan semakin meningkatnya potensi bisnis outsourcing di dunia.

Pada tahun 2015, potensi yang dihasilkan dari bisnis outsourcing di dunia ditaksir mencapai 970 miliar dollar AS atau setara Rp 9.215 triliun. Hal tersebut menurut Wisnu harus bisa dimanfaatkan oleh Indonesia.

"Jika Indonesia bisa mengambil 1 persen dari perputaran bisnis 970 miliar AS, maka akan menghasilkan devisa senilai Rp 92 triliun," katanya.

Sementara itu, posisi Indonesia di dunia dalam investment grade menempati urutan ke-5, dengan potensi tenaga kerja produktif sekitar 105 juta pekerja. Jika potensi ini bisa digerakan, maka bisa menjadi kekuatan yang sangat besar dan berpotensi menjadi negara tujuan investasi dan outsourcing global.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X