Kabar Gembira, Kandungan Antioksidan CPO Lebih Tinggi dari Minyak Zaitun

Kompas.com - 15/07/2014, 13:54 WIB
Tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dipamerkan di salah satu stan peserta International Conference and Exhibition on Palm Oil 2013 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/5/2013). Menurut catatan Dewan Minyak Sawit Indonesia, produksi CPO Indonesia tahun 2013 sebesar 28 juta ton  dengan konsumsi dalam negeri sekitar 9,2 juta ton. Pameran berlangsung hingga 9 Mei mendatang.
KOMPAS/PRIYOMBODOTandan buah segar (TBS) kelapa sawit dipamerkan di salah satu stan peserta International Conference and Exhibition on Palm Oil 2013 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/5/2013). Menurut catatan Dewan Minyak Sawit Indonesia, produksi CPO Indonesia tahun 2013 sebesar 28 juta ton dengan konsumsi dalam negeri sekitar 9,2 juta ton. Pameran berlangsung hingga 9 Mei mendatang.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Minyak kelapa sawit kasar atau crude palm oil (CPO) yang selama ini hanya diekspor mentah, dan sedikit dalam bentuk minyak goreng, ternyata memiliki potensi yang belum digali dan dikembangkan.

Direktur South East Asian Food and Agruculture Science and Technology Center, Intitut Pertanian Bogor (IPB), Purwiyatno Hariyadi, menuturkan, CPO berpotensi diolah sebagai ingredient (bahan) pangan. Pasalnya, kandungan tokotrienol CPO cukup tinggi, bahkan melebihi minyak kelapa, minyak kacang, minyak bunga matahari, bahkan minyak zaitun.

"Palm oil mempunyai kadar antioksidan lebih tinggi, tapi belum kita eksplore," katanya dalam media briefeing Food Ingredients Asia 2014, di Jakarta, Selasa (14/7/2014).

Tokotrienol merupakan salah satu spesies vitamin E dengan kemampuan antioksidan yang tinggi. Palm oil tercatat memiliki kandungan tokotrienol sekitar lebih dari 600 ppm, jauh lebih tinggi dibanding minyak kacang (kurang dari 400 ppm), dan minyak zaitun (tak lebih dari 100 ppm).

Selain mengandung tokotrienol tinggi, CPO juga mengandung karoteinoda yang tinggi. CPO mengandung 6.000-7.000 miugram RE/100 gram EP. Lebih tinggi jika dibandingkan dengan jeruk (21), pisang (50), tomat (130), dan wortel (400).

"Industri yang mengekstrak karotein dari palm oil belum ada. Padahal kandungan karoteinoda-nya tinggi," jelas Purwiyatno.

Dia menambahkan, jika pemerintah memberikan dukungan terhadap industrialisasi ingredient pangan, maka sebetulnya value added terletak pada industri ini. Saat ini dari 18 juta ton CPO, baru 4-5 juta ton yang diserap dalam negeri. Adapun selebihnya hanya diekspor mentah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain digunakan sebagai ingredien pangan, dia menambahkan CPO juga bisa dimanfaatkan sebagai ingredient farmasi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X