Penetapan Pemenang Pilpres, Pengusaha Berharap Suasana Tidak Makin Panas

Kompas.com - 22/07/2014, 09:13 WIB
Pasangan capres dan cawapres, Prabowo-Hatta Rajasa dan Jokowi-Jusuf Kalla mengikuti acara debat di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014). Debat capres dan cawapres rencananya akan dilakukan sebanyak lima kali selama masa kampanye. TRIBUNNEWS/HERUDINPasangan capres dan cawapres, Prabowo-Hatta Rajasa dan Jokowi-Jusuf Kalla mengikuti acara debat di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014). Debat capres dan cawapres rencananya akan dilakukan sebanyak lima kali selama masa kampanye.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengimbau semua pihak dapat menjaga suhu politik pasca pemilihan presiden lantaran sangat berpengaruh pada iklim usaha. Selain itu, Kadin juga meminta pemerintah baru dapat serius mengembangkan ekonomi perikanan dan kelautan.

“Kami harapkan tidak semakin memanas. Pemerintah yang mengumumkan hasilnya, dan dari awal kami sudah bertekad untuk bekerjasama dengan pemerintahan baru siapa pun yang menjadi pemenangnya,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perikanan dan Kelautan Yugi Prayanto dalam keterangan resmi, Selasa (22/7/2014).

Pada kesempatan itu, Yugi mengungkapkan besarnya potensi sektor perikanan Indonesia yang masih belum tergarap. “Budidaya belum optimal, illegal fishing masih tinggi, pelaku industri perikanan pun belum begitu banyak. Bagaimanapun pengembangan ekonomi di sektor kelautan dan perikanan harusnya bisa diprioritaskan,” ujar dia.

Lebih lanjut, Kadin akan memberikan peta jalan (road map) pembangunan ekonomi sektor kelautan dan perikanan yang telah disusun oleh para pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin. Adapun yang menjadi salah satu usulan Kadin adalah membangun sentra-sentra perikanan yang dilengkapi dengan cold storage. “Kuncinya di cold storage dengan supply listrik dan air bersih yang memadai. Sebaiknya sentra-sentra perikanan itu tersebar di seluruh Indonesia,” jelas Yugi.

Menurut dia, pembangunan kelautan harus melibatkan nelayan dan pembudi daya dan mereka bisa mendapatkan harga yang baik. Selain itu, proses industrialisasinya pun harus tetap berjalan mulai dari penangkapan atau budi daya hingga sampai ke pabrik-pabrik pengalengan ikan.

“Kalau prospek bisnis bagus bisa swasta kerjasama dengan yang memiliki lahan. Kita harapkan kemudahan permodalan juga lebih diperhatikan, dan akan lebih baik lagi bila ada bulog perikanan yang membeli hasil nelayan dengan harga pasar agar tidak harus melalui rentenir lagi,” paparnya.
baca juga: CT: Yang Kalah Jangan Sakit Hati, yang Menang Jangan Jumawa..



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X