Ditinggal Jokowi, Ini Pesan Organda untuk Ahok

Kompas.com - 23/07/2014, 14:25 WIB
Bus transjakarta yang melayani angkutan malam hari (amari) tengah menaikkan penumpang di Halte Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2014). Terkait rencana pengoperasian bus selama 24 jam, Unit Pengelola (UP) Transjakarta telah resmi mengoperasikan 18 armada transjakarta amari sejak 1 Juni. WARTA KOTA / ANGGA BHAGYA NUGRAHABus transjakarta yang melayani angkutan malam hari (amari) tengah menaikkan penumpang di Halte Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2014). Terkait rencana pengoperasian bus selama 24 jam, Unit Pengelola (UP) Transjakarta telah resmi mengoperasikan 18 armada transjakarta amari sejak 1 Juni.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Kemacetan di Jakarta belum selesai ketika Joko Widodo dinyatakan secara resmi menjadi Presiden 2014-2019, oleh Komisi Pemilihan Umum, Selasa (22/7/2014) malam.

Namun, Ketua Umum DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Eka Sari Lorena Soerbakti memberikan pesan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk dapat mengatasi masalah itu.

“Untuk Bapak Ahok, tolong lebih melibatkan stakeholders terkait yang paham angkutan umum jalan raya karena masalah macet ini semakin memprihatinkan,” kata Eka kepada Kompas.com, pada Rabu (23/7/2014).

Sangat disayangkan Eka, kemajuan yang terjadi di transportasi umum justru malah ditinggalkan. Misalnya dia menyebut, tiket terusan Transjakarta malah di tiadakan. “Ini kemunduran,” imbuhnya.

Menurutnya, agar tidak terjadi resistensi terhadap upaya perbaikan yang dilakukan, Ahok dan jajarannya mendatang perlu membangun kolaborasi antara transportasi umum jalan raya, dengan moda lain sesuai rencana Pemda, misalnya dengan MRT.

Eka yakin, kolaborasi ini akan menjadi kekuatan baru di tengah upaya revitalisasi angkutan umum jalan raya DKI yang sampai kini belum menorehkan cerita sukses.

“Apakah Bapak Ahok bisa atasi? Kalau beliau komit dan mau mendengar dari pihak-pihak yang paham akan masalah di Jakarta ini, tidak hanya dari regulator team, kemungkinan bisa. Tolong kasus seperti Ankai (Anhui Ankai Automobile Co.Ltd.) jangan terulang lagi!” tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X