Dituding Malas Bangun Infrastruktur Gas, Ini Jawaban PGN

Kompas.com - 15/08/2014, 08:17 WIB
|
EditorErlangga Djumena

Langkah tersebut merupakan upaya PGN untuk menambah jumlah pelanggan di Jakarta. Jumlah pelanggan rumah tangga yang dimiliki PGN di Jakarta saat ini telah mencapai 13.608 Rumah Tangga (RT). Pada 2015, PGN menargetkan menambah pelanggan sebanyak 5.238 RT.

“Mungkin Pak Kurtubi lupa bahwa pengembangan infrastruktur gas harus bersamaan dengan pasar dan ketersediaan gas. Bagaimana mau mengembangkan jika pasokan gas tidak ada dan pasarnya tidak ada. Masa mau bangun pipa, tapi tidak ada yang beli?” tegas Ridha.

“Mbok ya Pak Kurtubi itu membantu mendorong agar bisa dialokasikan gas lebih banyak, juga didorong masyarakatnya. Sehingga infrastuktur yang kami bangun tidak sia-sia,” kata dia.

Sebelumnya, pengamat energi Kurtubi menyayangkan PGN yang terkesan lebih memburu profit besar dengan ekspansi bisnisnya ke area shale gas Fasken di Amerika Serikat, ketimbang membangun infrastruktur gas. Kurtubi mengatakan, persoalan tingginya subsidi bahan bakar minyak (bbm) saat ini bisa diselesaikan dengan suatu solusi, yaitu konversi bbm ke gas.

Masalahnya, saat ini infrastruktur gas tidak tersedia. PGN sebagai BUMN yang memang diamanahi membangun sektor gas, diharapkan bisa menyediakan infrastrukturnya. “Tapi PGN ini tidak mau bangun infrastruktur gas, karena retailnya (konsumennya) kecil. Apalagi dia ada beberapa punya publik,” kata Kurtubi dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (12/8/2014).
(baca: PGN Dinilai Malas Kembangkan Infrastruktur Gas)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.