Kemenhub Minta Pasokan BBM Bersubsidi untuk Angkutan Umum Tersedia

Kompas.com - 29/08/2014, 20:27 WIB
Ilustrasi: Papan pengumuman bertuliskan stok solar bersubsidi habis dipasang di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum di Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta, Senin (25/8). KOMPAS / IWAN SETIYAWANIlustrasi: Papan pengumuman bertuliskan stok solar bersubsidi habis dipasang di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum di Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta, Senin (25/8).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih menunggu kebijakan penaikan harga BBM bersubsidi. Namun demikian, instansi ini meminta agar ada kepastian mengenai ketersediaan bahan bakar untuk angkutan umum.

"Yang jelas yang kami harapkan kepastian ketesediaan bahan bakar itu sendiri," ujar Direktur Perhubungan Darat, Suroyo Alimoeso saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (29/8/2014).

Dia menjelaskan, terkait isu kelangkaan BBM yang terjadi saat ini, belum ada laporan dari operator angkutan umum yang kesulitan mendapatkan BBM untuk bahan bakar. Bahkan, kata dia, Organisasi Angkutan Darat (Organda) pun belum menyampaikan usulan kenaikan tarif jika harga BBM dinaikan oleh pemerintah.

Menurut Suroyo, Kemenhub tetap berpedoman pada pemerintah apakah akan tetap memberikan pasokan BBM bersubsidi atau tidak keangkutan umum.

"Kalau angkutan umum masih berpedoman pada bahan bakar bersubsidi. Mereka tetap diberi pasokan berarti masyarakat kita yang berpenghasilan rendah masih bisa mengakses angkutan," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X