Wamenkeu: Pemerintahan Jokowi Harus Mampu Tekan Inflasi jadi 2 Persen

Kompas.com - 24/09/2014, 02:02 WIB
Wamenkeu Bambang PS Brodjonegoro Fransiskus Simbolon/KONTANWamenkeu Bambang PS Brodjonegoro
Penulis Tabita Diela
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintahan baru di bawah Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, punya pekerjaan rumah penting yang harus diselesaikan. Salah satunya, memelihara inflasi hingga mencapai dua persen.

Wakil Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro menyatakan, inflasi harus dipelihara relatif rendah sekitar kurang dari 5 persen. Bahkan, Malaysia dan Thailand bisa mencapai 2 persen.

"Kita harus membuat inflasi kita jadi 2 atau 3 persen. Karena, inflasi sangat penting untuk membuat pertumbuhan kita relatif stabil," ujarnya di Jakarta, Selasa (23/9/2014).

Selain menjaga inflasi, Bambang juga menyebutkan bahwa Indonesia harus memantau defisit. Defisit neraca berjalan dan defisit anggaran merupakan dua hal penting dalam pemerintahan mendatang.

"Defisit neraca berjalan harus dikurangi. Tapi tentu ini lebih mudah diucapkan ketimbang dijalankan. Indonesia harus meningkatkan ekspor dan menekan impor. Kedua, defisit anggaran. Kita beruntung punya hukum yang membatasi sampai tiga persen. Tapi, kalu mendekati itu, sudah butuh banyak financing," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X