Kompas.com - 26/09/2014, 09:00 WIB
Ryan Filbert dok pribadiRyan Filbert
EditorBambang Priyo Jatmiko

Masalahnya, suatu hari, suatu saat, seorang anak akan berpisah dengan orang tuanya. Apa jadinya ketika harus berdiri sendiri, namun seumur hidup anak tersebut telah dibantu dan dicukupi oleh orang tuanya?

Ketiga, fenomena teladan. Masih berkaitan dengan point sebelumnya, banyak orang tua kaya ingin memberikan kenyamanan dengan mempersiapkan semua bagi anak-anaknya. "Nak, kamu tidak usah ikut-ikut kerja, ini semua sudah ayah/ibu siapkan untukmu."

Orang tua yang kaya dan sukses, seharusnya anaknya bisa meneladani. Namun, karena rasa sayang yang salah, membuat anaknya menjadi malas karena mendapat pesan ‘tidak usah ikut-ikut’.

Lain halnya dengan orang miskin, "Nak, lihat ayah/ibu, sudah bekerja mati-matian, tapi masih saja susah. Kamu harus seperti ayah/ibu bekerja lebih keras lagi."

Kontrasdengan orang tua kaya, justru si orang miskin meminta anaknya melihat dirinya sebagai orang tua dan bekerja mengikuti apa yang mereka lakukan. Menurut Albert Einstein, “Hanya orang gila, mengulang dua aktivitas yang sama untuk mengharapkan hasil yang berbeda”.

Sudah jelas-jelas cara yang dilakukan oleh orang tuanya salah, justru anaknya malah minta melakukan cara yang sama. Namun ada sebuah hal menarik yang diungkapkan orang miskin: bekerja lebih keras lagi.

Andaikan seseorang yang belajar dari kesuksesan orang kaya dengan semangat orang miskin, hasilnya akan WOW..

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagaimanapun, semua orang ingin menjadi sukses, kaya dan bahagia. Namun, bila tidak tahu caranya, hal itu sama saja dengan berjalan tanpa tujuan. Anda akan berputar-putar. Lantas, apa cara yang terbaik? Mulailah belajar hari ini juga, luangkanlah waktu, bukalah diri dan pikiran, niscaya kita akan mengetahui dengan rendah hati, apakah kita salah dan kita mau memperbaikinya.

Salam Investasiuntuk Indonesia

Ryan Filbert merupakan praktisi dan inspirator investasi Indonesia. Berusia 28 tahun, Ryan memulai petualangan dalam investasi dan keuangan semenjak usia 18 tahun. Aneka instrumen dan produk investasi dijalani dan dipraktikkan, mulai dari deposito, obligasi, reksadana, saham, options, ETF, CFD, forex, bisnis hingga properti. Semenjak 2012, Ryan mulai menuliskan perjalanan dan pengetahuan praktisnya. Buku-buku yang telah ditulis antara lain: Investasi Saham ala Swing Trader Dunia, Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana, Negative Investment: Kiat Menghindari Kejahatan dalam Dunia Investasi dan Hidden Profit from The Stock Market.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.