Suku Bunga Bank di Indonesia Tidak Wajar

Kompas.com - 30/09/2014, 14:18 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, pihaknya meningkatkan upaya pengawasan terhadap penghimpunan dana dan likuiditas perbankan. Upaya ini guna mencegah dampak negatif persaingan suku bunga dana perbankan saat ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon menjelaskan, kondisi likuiditas perbankan saat ini masih berada dalam kondisi wajar. Namun, meningkatnya persaingan untuk pemerolehan dana pihak ketiga (DPK) mendorong perbankan untuk memperebutkan DPK melalui pemberian suku bunga dana.

"OJK menilai suku bunga dana perbankan telah di luar kewajaran. Tingginya suku bunga dana ini pada gilirannya akan berdampak pada high cost economy, perlambatan ekspansi kredit, penurunan aktivitas perekonomian dan terhambatnya pertumbuhan ekonomi," ujar Nelson.

Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI), tren suku bunga DPK perbankan hingga Juli 2014 masih terus meningkat dan telah berada di atas suku bunga acuan BI yang mencapai 7,5 persen dan suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang mencapai 7,75 persen.

"Suku bunga kredit juga terus meningkat sebagai dampak dari meningkatnya suku bunga DPK. Pada gilirannya memiliki pengaruh kepada tingkat pertumbuhan kredit secara nasional," sebut Nelson.

Pemberian suku bunga pada deposan inti umumnya telah berada di kisaran 11 persen, terutama pada kelompok bank BUKU 3 dan BUKU 4. Sebagai perbandingan, rata-rata suku bunga dana di Malaysia, Singapura, dan Thailand berada pada kisaran 2 hingga 4 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X