Bank Dunia Dukung Pemerintahan Baru Pangkas Subsidi BBM

Kompas.com - 06/10/2014, 15:56 WIB
Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014). AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKAPengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Dunia mendukung penuh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintahan baru nanti. Pasalnya, dengan mengurangi subsidi BBM, maka pemerintah Indonesia akan memiliki ruang untuk memberikan bantuan kepada masyarakat miskin.

"Kalau Indonesia kurangi subsidi maka punya ruang yang lebih luas untuk memberikan alokasi kepada orang miskin," ujar Ekonom utama Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop di kantornya, Jakarta, Senin (6/9/2014).

Dia mengatakan, kebijakan pengurangan subsidi BBM tentu akan memiliki dampak terhadap naiknya inflasi. Bahkan Bank Dunia memprediksi, kenaikan harga BBM sebesar 10 persen akan berdampak kepada inflasi 1 persen.

Meskipun demikian, Bank Dunia yakin bahwa dampak kenaikan harga BBM hanya sementara. Bahkan diperkirakan setelah satu tahun kondisi akan kembali normal. "Polanya kejutan hanya sementara naik, tetapi setelah 12 bulan akan normal kembali," kata NdiamiDapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.