Perusahaan Batubara Grup Bakrie Gugat Kementerian ESDM

Kompas.com - 15/10/2014, 13:45 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak usaha PT Bumi Resorces Tbk (BUMI), PT Arutmin Indonesia, melayangkan dua gugatan sekaligus kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dua gugatan Arutmin itu, meminta Kementerian ESDM mencabut sejumlah Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM tentang Penyesuaian Kontrak Batubara Daerah Kerja di Masa Operasi.

Hal tersebut terungkap dalam prospektus Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) BUMI yang terbit 30 Juni 2014 silam. Dalam prospektus itu disebutkan, Arutmin menggugat Menteri ESDM ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) lewat dua gugatan bernomor 10/G/2014/PTUN-JKT dan 11/G/2014/PTUN-JKT.

Perkara nomor 10/G/2014/PTUN-JKT bermaterikan, gugutan Arutmin kepada Kementerian EDSM untuk mencabut SK Menteri ESDM Nomor 1022K/30/DJB/2013 tertanggal 24 Oktober 2013. Dalam SK itu, Kementerian EDSM telah memangkas wilayah pertambangan Arutmin seluas 10.610,13 Ha.

Sedangkan untuk perkara nomor 11/G/2014/PTUN-JKT, Arutmin mengajukan gugatan agar SK Menteri ESDM nomor 1023K/30/DJB/2013 tertanggal 24 Oktober 2013, yang mengurangi wilayah pertambangannya seluas 643,98 ha, dicabut.

Dalam prospektus disebutkan, kasus ini masih dalam proses di tingkat pertama dan tengah menanti putusan PTUN Jakarta. Sekedar mengingatkan, pemerintah telah diamanatkan untuk menyelaraskan seluruh isi kontrak dari dua jenis kontrak pertambangan, kontrak karya (KK) dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B), dengan UU Nomor 4 tahun 2009.

Ada sekitar enam poin yang tengah direvisi pemerintah, satu diantaranya menyangkut penyesuaian luas lahan tambang. Arutmin merupakan perusahaan tambang batubara pemegang perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B), yang juga terafiliasi dengan Grup Bakrie. (Yuwono Triatmodjo)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Kontan
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Intip Gaji Jenderal Polisi dan Segudang Tunjangannya

Intip Gaji Jenderal Polisi dan Segudang Tunjangannya

Whats New
Sesi Pagi Perdagangan, IHSG Bergerak di Zona Merah

Sesi Pagi Perdagangan, IHSG Bergerak di Zona Merah

Whats New
Tarif Ojol Naik, Gojek: Kami Pelajari, agar Bermanfaat bagi Mitra dan Pelanggan

Tarif Ojol Naik, Gojek: Kami Pelajari, agar Bermanfaat bagi Mitra dan Pelanggan

Whats New
Harga Mi Instan Diprediksi Naik 3 Kali Lipat, Sandiaga Uno: Pelaku Usaha Kuliner Harus Bersiap

Harga Mi Instan Diprediksi Naik 3 Kali Lipat, Sandiaga Uno: Pelaku Usaha Kuliner Harus Bersiap

Whats New
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 1.000 Per Gram, Cek Rinciannya

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 1.000 Per Gram, Cek Rinciannya

Whats New
Kenaikan Harga Tiket TN Komodo Ditunda, Tarif Rp 3,75 Juta Baru Berlaku 1 Januari 2023

Kenaikan Harga Tiket TN Komodo Ditunda, Tarif Rp 3,75 Juta Baru Berlaku 1 Januari 2023

Whats New
Blue Bird Targetkan Pendapatan Rp 1,8 Triliun pada Semester II-2022

Blue Bird Targetkan Pendapatan Rp 1,8 Triliun pada Semester II-2022

Whats New
Cek Tarif Ojek Online Paling Murah hingga yang Termahal

Cek Tarif Ojek Online Paling Murah hingga yang Termahal

Spend Smart
Menjauhi Jurang Resesi Ekonomi

Menjauhi Jurang Resesi Ekonomi

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Harga Pangan Naik, Badan Pangan Nasional Bakal Terbitkan Harga Acuan untuk Konsumen dan Produsen

Harga Pangan Naik, Badan Pangan Nasional Bakal Terbitkan Harga Acuan untuk Konsumen dan Produsen

Whats New
Jelang Pemilu 2024, Pasar IPO Dalam Negeri Diperkirakan Akan Ramai

Jelang Pemilu 2024, Pasar IPO Dalam Negeri Diperkirakan Akan Ramai

Whats New
Kinerja Emiten Melebihi Ekspektasi Pasar, 'Rally' IHSG Hari Ini Berpotensi Berlanjut

Kinerja Emiten Melebihi Ekspektasi Pasar, "Rally" IHSG Hari Ini Berpotensi Berlanjut

Whats New
Bos Blue Bird 'Senang' Tarif Ojek Online Naik Mendekati Tarif Taksi

Bos Blue Bird "Senang" Tarif Ojek Online Naik Mendekati Tarif Taksi

Whats New
Harga Minyak Mentah Dunia Turun, Setelah Ukraina Tutup Pipa Pasokan ke Eropa

Harga Minyak Mentah Dunia Turun, Setelah Ukraina Tutup Pipa Pasokan ke Eropa

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.