Mendag: Jangan Sampai Kebijakan Perdagangan Rugikan Industri Dalam Negeri

Kompas.com - 28/10/2014, 13:36 WIB
Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Perdagangan Rahmat Gobel, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Rahmat Gobel menegaskan, jangan sampai kebijakan perdagangan yang dikeluarkan instansinya justru merugikan industri dalam negeri.

Hal itu dia sampaikan kepada wartawan usai serah terima jabatan dengan Muhamad Lutfi, Senin malam (27/10/2014). Rahmat yang juga sebagai pelaku usaha menceritakan, saat ini ekspor elektronik meningkat. Namun, seiring dengan hal itu, impor elektronik juga meningkat dasyat.

"Kenapa? Karena ternyata banyak produk yang diimpor dari China menggunakan merek lokal yang dibangun di dalam negeri," kata Rahmat.

Sebagai orang nomor satu di lembaga yang mengatur tata-niaga, Rahmat mengajak semua pemangku kepentingan untuk mempelajari hal tersebut. "Jangan sampai kebijakan perdagangan merugikan industri dalam negeri. Itu (industri elektonik) salah satu contoh. Apalagi di sektor pangan," ucap dia lagi.

Untuk sektor pangan, Rahmat akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan juga Kementerian Perindustrian guna mendorong industri di sektor tersebut.

Rahmat menjelaskan, sebagai negara besar yang dilimpahi kekayaan sumber daya alam, Indonesia wajib mengelola dengan membuat nilai tambah. Di sektor pangan, kata dia, orang selalu beranggapan bahwa Indonesia mengalami krisis pangan. Inilah yang kata Rahmat harus ditemukan pemecahannya.

"Bagaimana peran Kementerian Perdagangan untuk mendorong industri pangan? Harus ada koordinasi kuat antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Pertanian, yang kuat. Apalagi kita mau masuki MEA. Kita harus memperkuat posisi Indonesia," tukas Rahmat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X