BCA: Produsen Mobil Terlampau "Pede" dengan Pasar

Kompas.com - 31/10/2014, 07:07 WIB
Stan Honda IIMS 2014 KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESStan Honda IIMS 2014
Penulis Tabita Diela
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk., Jahja Setiaatmadja, mengungkapkan bahwa perusahaan mobil telah berlebihan dalam melakukan estimasi pasar. Akibatnya, terjadi perang harga di industri otomotif.

"Dari tahun lalu, perusahaan mobil agak over estimate pasar. Meramal jauh lebih tinggi kemampuan pasar menmyerap. Yang terjadi, kalau kita sudah memproyeksikan, kita harus menyiapkan enam sampai sembilan bulan di muka. Begitu diproduksi, mobil tidak bisa nganggur. Kalau tidak terjual, jadi masalah. Kalau di perbankan perang bunga, ini perang harga," ujar Jahja dalam paparan kinerja kuarta III BCA di Jakarta, Kamis (30/10/2014).

Jahja menuturkan, karena estimasi yang berlebihan tersebut, mobil-mobil dilepas ke pasar dengan harga relatif murah. Menurutnya, meski dari sisi volume penjualan kendaraan cukup besar, namun dari sisi nilai tertahan.

"Discount car, ada mobil relatif murah dijual. Dari volume cukup berkembang, tapi value agak berat. Ini juga menyebabkan price war industri KKB (Kredit Kendaraan Bermotor). Kelihatannya memang demannya agak lemah," pungkas Jahja.

Data BCA menyebutkan bahwa Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) pada kuartal III 2014 mengalami peningkatan hingga 10 persen dari tahun sebelumnya. Setelah pada tahun sebelumnya penyaluran KKB mencapai Rp 25,8 triliun, kini penyaluran KKB BCA mencapai Rp 28,6 triliun ada akhir September 2014.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X