Maskapai Nasional Tak Kompak Sikapi Kebijakan Tarif Batas Bawah

Kompas.com - 12/11/2014, 13:44 WIB
Ilustrasi bandara KOMPAS/IWAN SETIYAWANIlustrasi bandara
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan nasional terpecah terkait penerapan tarif bawah yang ditetapkan Kementerian Perhubungan.

Perbedaan pandangan itu terlihat saat rapat dengar pendapat antara Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dengan stakholder industri penerbangan di kantor KPPU, Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Maskapai penerbangan besar seperti Garuda Indonesia, AirAsia dan Lion Air tidak setuju tarif batas bawah diberlakukan di semua rute yang ada. Mereka meminta agar Kemenhub tidak mengatur tarif batas bawah di rute-rute padat dan besar.

"Kami berpandangan agar tarif batas bawah tidak usah diterapkan dirute besar, biarkan saja diatur oleh mekanisme pasar," kata perwakilan Garuda.

Senada dengan pandangan maskapai besar, Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional (INACA) juga setuju menyerahkan tarif kepada mekanisme pasar dibeberapa rute.

Sementara itu beberapa maskapai penerbangan kecil seperti Sriwijaya Air Aviastar, Trigana, Kalstar terang-terangan setuju penerapan tarif batas bawah disemua rute. Pasalnya, mereka menilai tarif batas bawah akan melindungi maskapai kecil dari perang tarif murah maskapai besar.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan sudah menekankan mengenai aturan tarif batas atas dan batas bawah. Tarif batas atas akan naik 10 persen dari ketentuan Permen No 26/2010. Sementara besaran tarif batas bawah diatur minimal 50 persen dari harga tarif batas atas yang sudah ditetapkan.

Mengambil contoh rute Jakarta–Bali, tarif batas atas rute itu yang semula Rp 1,4 juta akan menjadi Rp 1,54 juta. Sementara tarif batas bawah rute tersebut akan menjadi Rp 770.000.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X