Menteri Susi: Ikan yang Kita Makan, 80 Persen Komponennya Impor

Kompas.com - 09/12/2014, 10:29 WIB
Buruh pikul memuat pakan ikan ke dalam perahu motor di terminal air Jangari, Desa Bobojong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/3/2011). Para buruh yang mampu memikul 10 ton pakan per hari ini dibayar Rp 14.000 per ton. KOMPAS IMAGES/ RODERICK ADRIAN MOZESBuruh pikul memuat pakan ikan ke dalam perahu motor di terminal air Jangari, Desa Bobojong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/3/2011). Para buruh yang mampu memikul 10 ton pakan per hari ini dibayar Rp 14.000 per ton.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Ikan sebagai hasil kekayaan laut Indonesia merupakan salah satu sumber protein hewani yang seharusnya melimpah. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menegaskan dua pertiga wilayah Indonesia adalah perairan atau laut. Namun, Susi menyayangkan, Indonesia yang memiliki panjang garis pantai terpanjang kedua di dunia, tidak mampu menyediakan sumber protein mandiri.

Kegiatan perikanan tangkap terkendala illegal fishing, sementara kegiatan perikanan budidaya juga terbilang belum mandiri. "80 persen dari pakan ikan itu, fish meal-nya adalah impor," kata Susi, Senin (8/12/2014).

Bahkan nilai, impor pakan ikan pada bulan terakhir mencapai Rp 79 triliun. Susi menaksir, pada bulan ini nilai impor pakan ikan akan makin tinggi, lantaran nilai tukar rupiah makin melemah.

Kondisi ini sangat disayangkan oleh Susi. Dia pun berharap ke depan, Indonesia bisa menekan impor pakan ikan untuk perikanan budidaya.

"Kita jangan sampai dengan laut yang dua pertiga persen dari wilayah kita ini, bukan menjadi swasembada. Tetapi, ikan yang kita makan pun 80 persen komponennya impor. Jadi, barangkali tidak banyak orang sadar, lele, mujair, yang kita makan itu, pakannya impor," kata Susi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X